Sabtu, 21 Januari 2017

TEORI - TEORI KOMUNIKASI

TEORI - TEORI KOMUNIKASI
Teori Sosiometris dari Moreno 
Sosiometris dapat diartikan sebagai pendekatan metodologis terhadap kelompok-kelpmpok yang diciptakan mula-mula oleh Moreno dan kemudian dikembangkan oleh Jennings dan oleh yang lainnya. Pada dasarnya teori ini berhubungan dengan “daya tarik” (attraction) dan “penolakan”(repulsions) yang dirasakan oleh individu-individu terhadap satu sama lain serta implikasi perasaan-perasaan ini bagi pembentukan dan struktur kelompok. 
Meskipun sosiometris tidak langsung berkepentingan dengan komunikasi, struktur sosiometris dari suatu kelompok tidak dapat disangkal berhubungan dengan beberapa hal yang terjadi dalam komunikasi kelompok. Cukup masuk akal untuk menganggap bahwa individu yang merasa tertarik satu sama lain dan yang saling menempatkan diri pada peringkat yang tinggi akan lebih suka berkomunikasi sedemikian rupa sehingga membedakan mereka dari berkomunikasi anggota-anggota kelompok yang saling membenci.
MACAM-MACAM TEORI KOMUNKASI MASSA

1.TEORI PELURU (BULLET  THEORY)

Dijelaskan dalam teori peluru ini media dianggap sebagai orang yang lebih pinter dibandingkan khalayakbisa dikelabui sedemikian rupa dari apa yang disiarkan oleh media. Sehingga teori peluru ini sama dengan teori IPS ( ilmu pengetahuan sosial) yang dmana setiap pesan media yang disampaikan oleh media akan berdampak dan menimbulkan sebab akibat. Contohnya: Adanya adegan bergenre action seperti film naruto atau film-film lainna,yang banyak adegan actionnya,sehingga hal ini berpengaruh terhadap perilaku-perilaku anak-anak dalam kehidaupan sehari-harinya. Apabila mereka berkelahi tak jarang mereka meniru atau melakukan hal yang sama persis dengan apa yang dilakuakan oleh artis atau aktornya dalam film tersebut.

2.TEORI KULIVASI (CULTIVACTION THEORY)

Suatu teori tentang nilai-nilai yang disalurkan ketelevisi-televisi di masing-masing rumah dan khalayak. Khalayak tersebut menganggap  bahwa apa yang disampaikan oleh media itu sesuai dengan apa yang terjadi di dalam masyarakat atau kehidupan pada nyatanya. Penjelasan tersebut berkaitan dengan teori IPS,mengapa? Karena menjelaskan dampak sosial dan nilai sosial yang menjadi sebab akibat khalayak terpengaruh oleh media.

3.TEORI IMPERIALISME BUDAYA (CULTURAL IMERIALISM THEORY)

Dalam teori ini dijelaskan bahwa media barat lebih mendominasi acara-acara di dalam televisi swasta di Indonesia,sehingga media massa yang ada di Indonesia meniru atau terpengaruh oleh media asing. Hal ini berdampak terhadap budaya yang ada di Indonesia yang sesuai dengan apa yang dijelaskan dalam teori kultural,yang dimana media mempengaruhi budaya atau menciptakan budaya baru.

4.TEORI PERSAMAAN MEDIA (MEDIA EQUATION THEORY)

Dimana khalayak atau manusia menganggap media sebagai orang,ada sebuah tayangan yang sedih,dia justru merasa senang atau justru merasa marahh,sebagai contohnya kasus Nenek Minah yang dijatuhi hukuman kurungan 1,5 bulan penjara akibat perbuatannya memungut biji coklat. Seakan-akan teori persamaan media ini berkaitan dengan teori common sense (Akal Sehat) ,bahwa pengetahuan atau gagasan yang dimiliki oleh setiap orang pada kadarnya berbeda-beda.


5.TEORI KEHENINGAN (SPIRAL OF SILENCE THEORY)

Didalam teori ini manusia lebih berasumsi pada mayoritas dan menekan minoritas. Mereka yang berada dipihak minoritas akan beranggapan kurang tegas dalam mengemukakan pandangannya. Seseorang yang sering merasa perlu menyembunyikan sesuatunya ketika berada dalam kelompok mayoritas. Sebaliknya,mereka yang berada dipihak mayoritas akan merasa percaya diri dengan pengaruh dari pada dengan mereka dan terdorong untuk menyampaikannya kepada orang lain. Dengan demikian maka teori keheningan ini berkaitan dengan teori keritik,dimana manusia lebih memilih kedamaian dan kebebasan dalam sebuah golongan atau kelompok.

6.TEORI PENGHARAPAN NILAI (THE EXPECTANCY VALUE THEORY)

Menurut teori pengharapan nilai ini,khalayak mengharapkan tayangan televisi yang menghibur seperti acara OVJ,yang membuat khalayak terhibur dari segi comedi,bila tidak maka khalayak akan meninggalkannya sesuai dengan teori praktis,jika dibutuhkan maka khalayak akan menontonnya atau mengkomsumsinya,jika tidak maka khalayak akan meninggalkannya.

7.TEORI JARUM SUNTIK (HYPODERMIC NEEDLE THEORY)

            Teori ini merupakan teori yang dapat membuat manusia atau khalayak terpengaruh perilakunya dengan beritanya maupun iklan,sehingga dapat juga dijelaskan oleh teori  IPS ini dimana sebab akibat media itu. Contohnya: Perang antara Amerika Serikat dan Spanyol pada tahun 1898,merupakan kejadian yang didorong oleh koran yang diterbitkan oleh William Randolph Hearst. Koran yang memberitakan tenggelamnya kapal peang Amerika Serikat yang bernama Maine,di Havana Harbor merupakan ulah tentara Spanyol dengan sangat besar dan terkesan berlebihan ,sehingga perangpun tidak dapat terhindarkan. Dan kapal perang Amerika Serikat yang tenggelam tersbut bukanlah karena tentara spanyol.

8.TEORI KETERGANTUNGAN (DEPENDENCY THEORY)

            Teori ini menyatakan bahwa semakin seseorang tergantung pada suatu media,untuk memenuhi kebutuhannya ,maka media tersebut akan menjadi semakin penting atu perkasa untuk orang tersebut. Contohnya: Bila anda menyukai gosip,anda akan membeli tabloid gosip,dibandingkan dengan membeli korang kompas. Oleh karena itu maka teori berkaitan dengan teori praktis,yang dimana dalam teori tersebut dijelaskan bahwa kebutuhan khalayak atau pemirsa akan kebutuhan media sangat kergantungan atau membutuhkan.

9.TEORI PERBEDAAN INDIVIDU (INDIVIDUAL DIFFERENCES THEORY)

            Teori ini menjelaskan bahwa setiap individu dengan individu yang lainnya berbeda dari segi pengetahuannya atau pengalamanya. Psikologisnya,biologisnya pun berbeda dari lingkungan yang di pelajarinya itu. Maka mereka menghendaki seperangkat sikap,nilai,dan kepercayaan yang merupakan tataran psikologis masing-masing pribadi yang membedakannya dari yang lainnya. Sama dengan teori common sense atau akal sehat dimana individu mempunyai penetahuan dan rasionlitas yang berbeda-beda pada asumsi tertentu.

10.TEORI HUBUNGAN SOSIAL (SOCIAL RELATIONSHIP THEORY)

            Dimana didalam teori ini menjalaskan orang lebih banyak mendapatkan informasi dari media,lewat orang lain,dengan hubungan interaksi sosial,dibandingkan melalui media. Maka dari penjelasan tersbut dapat dikaitkan dengan teori praktis,dimana dalam teori paraktis ini manusia lebih membutuhkan informasi –informasi,jika dibutuhkan. Contohnya seperti kaum awam yang dikunjungi oleh beberapa Da’i yang mana tidahk mengetahui ajaran-ajaran apapun lalu diberikan informasi oleh Da’i-da;i tersebut berupa ajaran-ajaran islam kemudian ajaran tersebut diterima oleh kaum awam.

11.TEORI PEMBELAJRAN SOSIAL (SOCIAL LEARNING THEORY)

            Dijelaskan dalam teori pembelajaran sosial ini,khlayak atau pemirsa meniru apa yang mereka lihat dari televisi,melalui suatu proses pembelajran sosial tersebut. Hasil dari pembelajran tersebut dijadikan ilmu. Dengan demikian maka teori ini berkaitan dengan teori IPS,dimana dalam teori IPS ini,dijelaskan sebab akibat dari pembelajaran tersebut dalam tayangan televisi.

12.TEORI DISONANSI KOGNITIF ( COGNITIVE DISSONANCE THEORY)

            Suatu teori yang menjelaskan ketidaknyamana seseorang yang diakibatkan oleh sikap,pemikiran,dan perilaku yang tidak konsisten dan memotivasi,seseorang untuk menggambil langkah demi mengurangi ketidaknyamanan tersebut. Contohnya secara logis ,kain yang bersentuhan dengan api tidak terbakar,maka saat itu terjadii disonansi kognitif dalam diri kita,sama dengan dengan teori akal sehat dimana dalam teori akal sehat ini,manusia menggap benda itu tidak sesuai dengan kadar akal tertentu atau tidak rasionalitas.

13.TEORI PENGGUNAAN DAN PEMENUHAN KEPUASAAN (USES AND GRATIFICATION)

            Teori uses and gratification ini berkaitan dengan teori praktis,dimana dalam teori tersebut dijelaskan bahwa khalayak sangat membutuhkan kegunaan tayangan sepakbola saat musim Liga Bola,untuk memenuhi kepuasaan akan media tersbut,dengan demikian maka,tayangan yang lain akan dilupakan dan dipindahkan ketayangan sepakbola tersebut.

14.TEORI PENENTU AGENDA(AGENDA SETTING THEORY)

            Teori agenda setting ini beraitan dengan teori kritis,dimana dalam teori tersebut dijelaskan bahwa setiap media dianggap penting oleh khalayak untuk penentuan kebenaran informasi kedalam agenda publik,sehingga kehadiran media bisa mempengaruhi hukum pemerintahan. Contohnya seperti pemilihan presiden 2014,maka media televisi akan digunakan sebagai media kampanye atau politik,dalam penentu agenda publinya sangat kuat.


15.TEORI DETERMINISME TEKNOLOGI (TECHNOLOGICAL DETERMINISM THEORY)

            Dalam teori ini dijelaskan perubahan media teknologi informasi sangat penting bagi kehidupan manusia dijaman sekarang ini,maka teori ini juga berakitan dengan teori akal sehat dimana media dianggap benda hidup. Contohnya seperti fenomena munculnya smartphone yang sedang marak digunakan oleh masyarakat Indonesia pada saat ini.

16.TEORI NILAI BUDAYA (CULTURLAL NORM THEORY)

            Dalam teori nilai budaya ini media sangat mendukung nilai-nilai budaya yang ada di dalam masyarakat,melalui media yang ditayangkan didalam televisi,yang dimana pesan-pesan yang disampaikan media massa memperkuat budaya yang sudah ada. Hal ini berkaitan dengan teori normative,dimana,dalam teori normative ini budaya yang sudah luntur akan  menjadi hidup kembali. Contohnya acara pertunjukan wayang golek yang ditayangkan ditelevisi terbukti telah memberikan tempat pada budaya tersebut untuk diapresiasikan oleh masyarakat. 

17.TEORI DIFUSI INOVASI

            Teori defusi inovasi berkaitan dengan teori kultural,mengapa saling berkaitan? Karena didalam teori ini menjelaskan suatu ide atau teknologi baru yang dikomunikasikan melalaui saluran-saluran teelevisi kemasing-masing televisi diseluruh dunia dengan jangka waktu yang ditentukan dalam sebuah kebudayaan atau sisitem sosial. Dengan demikian maka hal ini mempengaruhi kebudayaan,bahkan membuat atau menciptakan kebudayaan baru.

18.TEORI KONTRUKSI SOSIAL (SOCIAL CONSTRUCTION THEORY)

            Dimana dalam teori ini dijelaskan bahwa media dapat menghasilkan atau bahkan menciptakan kontruksi sosial,seolah-olah film itu kehidupan sosial,padahal tidak sesuai dengan kenyataan. Maka teori tersebut berkaitan dengan teori common sense atau akal sehat,dimana media itu dianggap hidup,padahal sebaliknya,tidak rasionalitas. Contohnya sinetron FTV di SCTV “CINTA KU DI DANAU CIPULE”.

19.TEORI MEDIA KLASIK

            Suatu media yang mempunyai ciri khas yang menonjol dalam penggunaan membiaskan massa historis apapun,mengikat waktu,dan mengikat ruang .dimana media tersebut sebagai sebuah pikiran manusia yang diciptakan untuk memaksakan manusia dikuasai oleh manusia media. Teori ini juga berkaitan dengan teori kritis,dimana media dijadikan alat untuk kepentingan hiburan,politik,informasi,intertaiment dan sebaginya Contohnya aktor Lee Min Ho,kini begitu di puja oleh masyarakat Indonesia khususnya para wanita. Ini merupakan akibat campur tangan media yang selalu memperlihatkan dan menyorot kehidupan dan prestasi yang diraih oleh lee min ho, sehingga khalayak mengetahui semua tentang lee min ho.

20.TEORI MEDIA BARU
            Teori ini berpendapat bahwa gambaran  media bukan dalam bentuk informasi,interaksi,atau penyebarannya,tetapi dalam bentuk ritual atau bagaimana manusia menggunakan media sebagai cara menciptakan masyarakat dengan menyatukan masyarakat dalam bentuk rasa saling memiliki. Hal ini berkaitan dengan teori kritis dimana media sangat mempunyai peran penting bagi Nasionalisme masyarakat. Contohnya kekalahan Indonesia atas Malaysia dalam pertandingan bola beberapa waktu yang lalu membuat Indonesia semakin gencar dalam mempertahankan nasionalismenya,terlebih masalah antara kedua Negara ini yang telah disorot oleh media tidak hanya satu,mulai dari batik,tari pendet,dan lain-lain.
Teori Komunikasi kelompok
TEORI DAN MODEL KOMUNIKASI KELOMPOK
Teori Perbandingan Sosial
Teori Percakapan Sosial
Teori Pertukaran Sosial
Prinsip Dasar Komunikasi Kelompok
     Kelompok merupakan bagian yang tidak dapat dilepaskan dari kegiatan sehari-hari.
     Melalui kelompok memungkinkan kita dapat berbagi informasi, pengalaman, pengetahuan kita dengan anggota kelompok lainnya.
     Kelompok Primer : Keluarga.
     Kelompok Sekunder : sekolah, lembaga agama, tempat pekerjaan dan kelompok-kelompok lainnya yang sesuai minat dan ketertarikan kita.
Pengertian Komunikasi Kelompok
Michael Burgoon dan Michael Ruffner :
           Komunikasi Kelompok sebagai interaksi tatap muka dari 3 atau lebih individu guna memperoleh maksud atau tujuan yang dikehendaki seperti berbagai informasi, pemeliharaan diri atau pemecahan masalah sehingga semua anggota dapat menumbuhkan karakteristik pribadi anggota lainnya dengan akurat.
Ada 4 (empat) elemen yang tercakup dalam defenisi tersebut :
Interaksi Tatap Muka
Jumlah partisipan yang terlibat dalam interaksi
Maksud dan tujuan yang dikehendaki.
Kemampuan anggota untuk dapat menumbuhkan karakteristik pribadi anggota lainnya.
3 (Tiga) Kategori Norma Kelompok
1)      Norma Sosial, mengatur hubungan diantara para anggota kelompok.
2)      Norma Prosedural, mengurai secara rinci bagaimana kelompok beroperasi.
3)      Norma Tugas, memusatkan perhatian pada bagaimana suatu pekerjaan harus dilaksanakan.
Fungsi Komunikasi Kelompok
1)      Fungsi Hubungan Sosial : perekat sosial antar anggota kelompok.
2)      Fungsi Pendidikan : alat pertukaran pengetahuan dan pengalaman
3)      Fungsi Persuasi : melakukan atau tidak melakukan sesuatu.
4)      Fungsi untuk memecahkan masalah atau membuat keputusan.
5)      Fungsi terapi seperti pada kelompok konsultasi perkawinan, kelompok penderita narkoba dan lain-lain.
KOMUNIKASI KELOMPOK DALAM PERSPEKTIF TEORITIS
1. TEORI PERBANDINGAN SOSIAL
Teori Perbandingan Sosial (Social Comparison Theory) Tindak komunikasi dalam kelompok berlangsung karena adanya kebutuhan-kebutuhan dari individu untuk membandingkan sikap, pendapat, dan kemampuannya dengan individu-individu lainnya.
Dalam teori perbandingan sosial ini, tekanan seseorang untuk berkomunikasi dengan anggota kelompok lainnya akan mengalami  peningkatan, jika muncul ketidaksetujuan yang berkaitan dengan suatu  kejadian atau peristiwa; kalau tingkat pentingnya peristiwa tersebut  meningkat dan apabila hubungan dalam kelompok (group cohesiveness) juga  menunjukkan peningkatan. Selain itu, setelah keputusan kelompok dibuat,  para anggota kelompok akan saling berkomunikasi untuk mendapatkan informasi yang mendukung atau membuat individu-individu dalam kelompok lebih merasa senang dengan keputusan yang dibuat tersebut. 
Teori perbandingan sosial ini diupayakan untuk dapat menjelaskan bagaimana tindak komunikasi dari para anggota kelompok mengalami peningkatan atau penurunan.
2. TEORI PERTUKARAN SOSIAL (THIBAUT DAN KELLEY)
Teori Pertukaran Sosial dari Thibaut dan Kelley[4] Dalam buku mereka yang berjudul The Social Psychology of Groups,  Thibaut and Kelley memusatkan perhatiannya pada kelompok yang terdiri  dari dua orang anggota atau diad. Mereka merasa yakin bahwa usaha  memahami tingkah laku yang kompleks dari kelompok-kelompok besar  mungkin dapat diperoleh dengan cara menggali pola hubungan diadis  (2orang). Meskipun pola penjelasan tingkah laku mereka tentang diadis bukan sekedar suatu pembahasan tentang proses komunikasi dalam kelompok dua-anggota, beberapa rumusan mereka mempunyai relevansi langsung  tentang komunikasi kelompok.
Model Thibaut dan Kelley mendukung asumsi-asumsi yang dibuat oleh  Homans dalam teorinya tentang proses pertukaran sosial, khususnya bahwa  interaksi sosial manusia mencakup pertukaran barang dan jasa, serta bahwa tanggapan-tanggapan individu-individu yang muncul melalui interaksi di antara mereka mencakup baik imbalan (rewards) maupun pengeluaran (cost). Apabila imbalan tidak cukup, atau bila pengeluaran melebihi imbalan, interaksi akan terhenti atau individu yang terlibat di dalamnya akan merubah tingkah laku mereka dengan tujuan mencapai apa  yang mereka cari.
3. TEORI PERCAKAPAN KELOMPOK
Teori Percakapan Sosial / Kelompok (Group Achievement Theory) Teori percakapan kelompok sangat berkaitan erat dengan produktivitas kelompok atau upaya-upaya untuk mencapainya melalui pemeriksaan masukan dari anggota (member inputs), variabel-variabel yang perantara (mediating variables), dan keluaran dari kelompok (group output).
Masukan atau input yang berasal dari anggota kelompok dapat diidentifikasikan sebagai perilaku, interaksi dan harapan-harapan  (expectations) yang bersifat individual. Sedangkan variabel-variabel perantara merujuk pada struktur formal dan struktur peran dari kelompok sperti status, norma, dan tujuan-tujuan kelompok. Yang dimaksud dengan keluaran atau output kelompok adalah pencapaian atau prestasi dari tugas atau tujuan kelompok.
Produktivitas dari suatu kelompok dapat dijelaskan melalui konsekuensi perilaku, interaksi dan harapan-harapan melalui struktur kelompok. Perilaku, interaksi, dan harapan-harapan (input variables) mengarah pada struktur formal struktur formal dan striktur peran (mediating variables) yang sebaliknya variabel ini mengarah pada produktivitas, semangat, dan keterpaduan (group echievement).

ASUMSI –ASUMSI PERSPEKTIF ORGANISASI
1.KLASIK
Asumsi : organisasi dipahami sebagai tempat (wadah) berkumpulnya orang-orang yang diikat dalam sebuah aturan-aturan yang tegas dan melaksanakan kegiatan-kegiatan yang telah terkoordinir secara sistematis dalam sebuah struktur guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
2. MODERN
Asumsi : Organisasi sebagai sebuah jaringan sistem yang terdiri dari setidak-tidaknya 2 orang atau lebih dengan kesalingtergantungan, input, proses dan output. Menurut pandangan ini, orang-orang (komunikator) bekerjasama dalam sebuah sistem untuk menghasilkan suatu produk dengan menggunakan energi, informasi dan bahan-bahan dari lingkungan
3. INTERPRETASI SIMBOLIK
Asumsi : Organisasi memproduksi situasi / lingkungan/ budaya/ realitas sosial melalui pemaknaan atas interaksi dalam organisasi. Organisasi terbentuk karena adanya interaksi (komunikasi) yang terjadi antar anggota melalui pemaknaan atas simbol-simbol, baik simbol verbal maupun non verbal
4. POSTMODERNISME
Asumsi : postmodernisme mencoba untuk mengkritisi (melakukan penentangan thd) perspektif modernisme yang menempatkan organisasi dalam bentuk sistem yang rasional empiris. Sistem dalam pengertian modernisme adalah hubungan rasional dari berbagai unsur yang ada dalam organisasi yang cenderung mengesampingkan intuisi dan pengalaman individu. Postmodernisme juga menganggap bahwa organisasi sebagai tempat terjadinya negosiasi kekuasaan, dominasi kelompok dan pertarungan kepentingan sehingga perlu adanya rekonstruksi kekuasaan. Untuk itu postmodernisme mencoba memberikan ruang pada munculnya partisipasi anggota organisasi.
PERKEMBANGAN TEORI ORGANISASI_


(Menurut Wayne Pace : Di antara 2 Paradigma)
A. TEORI STUKTURAL KLASIK_ (Objektivisme)
1. ORGANISASI SOSIAL
merujuk pada pola-pola interaksi sosial yang terjadi dalam sebuah kelompok sosial, yaitu kelompok atau kumpulan orang yang terbentuk atas dasar kesamaan kepentingan yang saling berhubungan dan melakukan interaksi sosial. Hubungan yang terjadi ini menghasilkan aspek status sosial yang berbeda. Jaringan hubungan & kepercayaan bersama suatu kelompok ini yang biasanya disebut dengan struktur.
2. ORGANISASI FORMAL (BIROKRASI)
KARAKTERISTIK BIROKRASI WEBER :
1. Suatu organisasi terdiri dari hubungan yang ditetapkan antara jabatan-jabatan.
2. Tujuan / rencana organisasi terbagi ke dalam tugas- tugas yang disalurkan di antara berbagai jabatan sebagai kewajiban (jod description).
3. Kewenangan untuk melaksanakan kewajiban diberikan kepada jabatan (saat sah menduduki jabatan).
4. Garis2 kewenangan & jabatan diatur menurut suatu tatanan hierarkis.
5. Suatu sitem aturan/regulasi yang umum tapi tegas yang ditetapkan secara formal, mengatur tindakan2 & fungsi jabatan dalam organisasi.
6. Prosedur dalam organisasi bersifar formal dan impersonal.
7. Adanya prosedur untuk menjaga disiplin anggota.
8. Anggota organisasi harus memisahkan kehidupan pribadi dan kehidupan organisasi.
9. Pegawai dipilih untuk bekerja dalam organisasi berdasarkan kualifikasi teknis.
10. Penilaian kenaikan jabatan dilakukan berdasarkan senioritas dan prestasi kerja.
MANAJEMEN ILMIAH TAYLOR
Unsur Kunci :
Pembagian Kerja : berkenaan denan bagaimana tugas, kewajiban dan pekerjaan organisasi didistribusikan (disinilah bagaimana jalur dan pola komunikasi berlangsung).
Proses Skalar – fungsional : berkenaan dengan rantai perintah / dimensi vertikal organisasi yang menunjukkan proses fungsional dan jalur horisontal organisasi.
Struktur : hubungan logis antara berbagai fungsi dalam organisasi. Teori klasik fokus pada dua stuktur dasar : lini (garis komando / pimpinan/decition maker) & staf (garis koordinatif / pelaksana tugas/follower)
Rentang Kendali/pengawasan (span of control) : menunjukkan jumlah bawahan yang berada di bawah pengawasan seorang atasan. Efektifitas pengawasan organisasi tergantung pada besar kecilnya jumlah rentang kendali yang ada.
B. TEORI TRANSISIONAL
TEORI PERILAKU
1.1. Teori Komunikasi-Kewenangan : Chester Barnard
- Organisasi formal : suatu sistem kegiatan dua orang atau lebih yang dilakukan secara sadar dan terkoordinasikan.
- Menitikberatkan konsep sistem dan konsep orang.
Eksistensi organisasi bergantung pada kemampuan manusia untuk berkomunikasi dan kemauan untuk bekerja sama dalam mencapai tujuan yang sama. – - Fungsi utama pimpinan adalah mengembangkan & memelihara suatu sistem komunikasi.
Teori Penerimaan Kewenangan
Empat syarat seseorang mau menerima pesan otoritatif :
Orang tersebut memahami pesan yang dimaksud.
Orang tersebut percaya bahwa pesan itu tidak bertentangan dengan tujuan organisasi.
Orang tersebut percaya (pada saat memutuskan bekerja sama) bahwa pesan yang dimaksud sesuai dengan minatnya.
Orang tersebut memiliki kemampuan fisik dan mental untuk melaksanakan pesan (sesuai dengan kompetensi dirinya).
Teori Hubungan Manusia : _Elton Mayo
Melakukan penelitian di kompleks Hawthorne milik Western Electric Company
Efek Hawthorne :
Perhatian terhadap orang-orang boleh jadi mengubah sikap & perilaku pekerja.
Moral dan produktifitas dapat meningkat apabila para pegawai mempunyai kesempatan untuk berinteraksi satu sama lain.
“kondisi kerja yang menyenangkan, bebas dan membahagiakan dapat meningkatkan produktifitas”.

Teori Fusi Bakke
Proses Fusi :
Organisasi, hingga tahap tertentu, mempengaruhi individu, sementara pada saat yang sama individupun mempengaruhi organisasi.
Organisasi yang dipersonalisasikan oleh setiap ndividu pegawai dan individu yang disosialisaikan oleh organisasi. Karena itu setiap pegawai menunjukkan ciri-ciri organisasi, dan setiap jabatan tampak unik seperti individu yang mendudukinya. Setelah fusi, setiap pegawai tampak menyerupai organisasi, dan setiap jabatan dalam organisasi dimodifikasi sesuai dengan minat khusus individu.

Teori Peniti Penyambung _(The Linking Pin Model) Rensis Likert
Konsep ini berkaitan dengan kelompok yang tumpang tindih dalam peran (sebagai pemimpin untuk unit yang lebih rendah dan sebagai anggota unit yang lebih tinggi)
Menunjukkan hubungan antar kelompok. Organisasi berorientasi pada hubungan ke atas dalam hal : komunikasi, pengaruh pengawasan dan pencapaian tujuan organisasi

TEORI SISTEM
“Satu-satunya cara yang bermakna untuk mempelajari organisasi … adalah sebagi suatu sistem” (Scott, 1961)

Bagian-bagian dalam organisasi merupakan sebuah sistem, berupa individu dan kepribadiannya, struktur formal, pola interaksi informal, pola status & peranan, lingkungan fisik pekerjaan. Inilah yang disebut sistem organisasi.

Konsep sistem fokus pada pengaturan, interakis, pola komunikasi dan hubungan antara bagian-bagian & dinamika hubungan tersebut yang menumbuhkan kesatuan / keseluruhan

Dalam sistem terdapat hubungan interdependensi diantara komponen / bagian suatu sistem (subsistem)
Suatu perubahan pada suatu bagian/komponen akan membawa perubahan pada setiap komponen lainnya dalam keseluruhan sistem.

Salah satu tokoh Teori Sistem Umum : Bertalanffy, mengindentifikasina beberapa prinsip yang berlaku bagi semua jenis sistem yakni bahwa mesin, organisme dan organisasi memiliki proses serupa dan dapat diuraikan dengan prinsip-prinsip yang sama

Ciri-Ciri Sistem

Nonsumativitas, yaitu suatu sistem tidak sekedar jumlah dari bagian-bagiannya. Namun dia akan memperoleh identitas yang terpisah dari masing-masing hubungan.
Unsur-unsur struktur, fungsi dan evlusi. Sturktur merujuk pada hubungan antarkomponen suatu sistem. Struktur mencerminkan keteraturan
Keterbukaan. Organisasi adalah sistem sosial. Batas-batasnya dapat ditembus, yang memungkinkan organisasi berinteraksi dengan lingkungannya sehingga memperoleh energi dan informasi.
Hierarki. Suatu sistem merupakan suatu suprasistem bagi sistem-sistem lain di dalamnya, atau sebagai subsistem bagi suatu sistem yang lebih besar.

Teori Sistem Sosial Katz & Kahn
Kebanyakan interaksi kita dengan orang lain merupakan tindakan komunikatif (verbal/non verbal, bicara / diam). “komunikasi – pertukaran informasidan transmisi makna – adalah inti suatu sistem sosial atau suatu organisasi. Termasuk dalam bentuk-bentuk interaksi sosial seperti penggunaan pengaruh, kerja sama penularan sosial atau peniruan dan kepemimpinan yang dimasukkan dalam konsep organisasi.

C. TEORI MUTAKHIR (Subjektivisme)

TEORI PENGORGANISASIAN :
CARL WEICK
Proses pengorganisasiaan akan menghasilkan organisasi. Pengorganisasian adalah sebuah proses dan aktivitas/kegiatan. Walaupun organisasi memiliki struktur namun bagaimana organisasi bertindak dan bagaimana organisasi tersebut tampil ditentukan oleh struktur yang ditetapkan oleh pola-pola reguler perilaku yang saling bertautan. (Weick, 1979, hal 90).

Komunikasilah yang merupakan proses penting. Proses menghasilkan struktur. Suatu sistem jelas manusia. Manusia tidak hanya menjalankan organisasi, manusia merupakan organisasi itu sendiri.

Pengorganisasian adalah suatu gramatika (aturan, konvensi, praktik organisasi) yang disahkan secara mufakat untuk mengurangi ketidakpastian dengan menggunakan perilaku bijaksana (pengalaman) yang saling bertautan. (pengalaman dilalui bersama dengan orang lain melalui sistem lambang/simbol)

Proses / Tahap Pengorganisasian :

Tahap Enactment secara sederhana berarti bahwa paraanggota organisasi menciptakan ulang lingkungan mereka dengan menentukan dan merundingkan makna khusus bagi suatu peristiwa
Tahap seleksi,aturan-aturan dan siklus komunikasi digunakan untuk menentukan pengurangan yang sesuai dengan ketidakjelasan
Tahap retensi,memungkinkan organisasi menyimpan informasi mengenai cara organisasi itu memberi respon atas berbagai situasi
Teori kultural Organisasi
AKAN DIBAHAS DALAM KAJIAN TERSENDIRI.
METAPHORA ORGANISASI : GARETH MORGAN
Organisasi dapat dilihat dari berbagai perspektif. Perspektif pertama sebagaimana yang diungkapkan oleh Gareth Morgan melihat organisasi dalam 8 metafora1. Antara lain :
1. Organisasi ibarat mesin (machine). Organisasi mengolah segala sumber daya yang ada dan memiliki bagian-bagian yang menghasilkan produk dan jasa.
2. Organisasi ibarat organisme (organism). Seperti tumbuhan atau hewan, organisasi lahir, tumbuh, berfungsi dan beradaptasi terhadap perubahan- perubahan lingkungan dan pada akhirnya ia mati.
3. Organisasi ibarat otak (brain). Ia memproses informasi, ia memiliki intelegensi, ia mengkonseptualisasi dan ia membuat perencanaan.
4. Organisasi ibarat budaya (culture) karena ia mencipta pengertian, memiliki nilai dan norma, dan diperkuat dengan cerita-cerita dan ritual-ritual bersama.
5. Organisasi seperti sebuah sistem politik (political system) , dimana kekuasaan dibagi, pengaruh dijalankan, dan keputusan-keputusan dibuat.
6. Organisasi sebagai penjara supranatural (psychic prisons) karena ia dapat membentuk dan membatasi kehidupan anggota-anggotanya.
7. Organisasi sebagai perubahan dan transformasi (flux and transformation), karena ia menyesuaikan diri, berubah, tumbuh atas dasar informasi, umpan balik dan kekuatan logika.
8. Organisasi sebagai instrumen dominasi (instrument of domination) karena ia mengandung kepentingan-kepentingan yang bersaing, yang beberapa di antaranya mendominasi yang lain.
1 Gareth Morgan, Image of Organization, Beverly Hills, CA : Sage, 1986

TRADISI STUDI ORGANISASI MENURUT LITLLE JOHN
Stephen W Littlejohn memberikan satu bentuk metafora lain yang mengibaratkan bahwa organisasi adalah sebagai sebuah jaringan (Organizational Network). Jaringan adalah struktur-struktur sosial yang diciptakan melalui komunikasi di antara individu-individu dan kelompok-kelompok. Sewaktu orang berkomunikasi dengan orang lain, sebenarnya ia sedang membuat kontak-kontak dan pola-pola hubungan dan saluran-saluran ini menjadi instrumen dalam semua bentuk fungsi sosial, dalam organisasi-organisasi dan dimasyarakat luas. Organisasi dipahami mampu membangun realita sosial. Jaringan adalah saluran-saluran melalui mana pengaruh dan kekuasaan dijalankan, tidak hanya oleh manajemen dengan cara formal tetapi juga informal diantara para anggota organisasi.2
Sementara itu, Peter Monge dan Eric Eisenberg3 melihat teori jaringan sebagai suatu cara untuk mengintegrasikan tiga tradisi dalam studi organisasi. Pertama tradisi posisional, relasional, dan kultural. _2 Stephen W Littlejohn, Teories of Human Communication, Thomson Learning,USA. 7th.ed. 2001. 3 ibid..p.282

1. TRADISI POSISIONAL
Tradisi ini memberikan perhatian pada struktur dan peran-peran formal dalam organisasi. Organisasi dalam pandangan tradisi ini dipandang sebagai sekumpulan posisi seperti administrator, pimpinan dan anggota. Setiap posisi memiliki fungsi-fungsi tertentu. Pendekatan yang dipergunakan oleh tradisi ini adalah pendekatan struktural, yang mendefinisikan sebuah organisasi sebagai sebuah kumpulan yang stabil dari hubungan-hubungan yang didefinisikan secara formal.
Tradisi posisional terdiri dari beberapa teori tentang jaringan-jaringan komunikasi formal. Teori-teori ini cenderung meneliti cara-cara manajemen menggunakan jaringan-jaringan formal untuk mencapai tujuannya.

2. TRADISI RELASIONAL
Tradisi ini dibangun diatas asumsi dasar bahwa organisasi terbentuk karena adanya interaksi timbal balik antar individu. oleh karena itu tradisi ini memberikan perhatian pada cara-cara organisasi terbentuk melalui interaksi antar individu-individu. tradisi ini berhubungan dengan cara-cara hubungan-hubunga yang umumnya berkembang dikalangan para partisipan di dalam sebuah organisasi dan bagaimana jaringan muncul dari hubungan-hubungan tersebut. Disini, organisasi dipandang sebagai sebuah sistem yang yang hidup dan mengalami perubahan yang terus menerus dibentuk dan diberi arti melalui interaksi antara anggota-anggotanya.
3. TRADISI KULTURAL
Kajian sentral dalam tradisi ini adalah tentang simbol-simbol dan pengertian yang membentuk suatu organisasi. Tradisi ini memahami bahwa dunia organisasi diciptakan oleh anggotanya dalam cerita-cerita, ritual-ritual, dan pekerjaan tugas. Struktur organisasi sesunguhnya tidak dirancang sebelumnya tetapi muncul dari tindakan-tindakan anggotanya secara informal dalam aktifitas mereka sehari-hari
PENGELOMPOKAN TEORI KOMUNIKASI ORGANISASI MENURUT LITLLE JOHN
TRADISI POSISIONAL : termasuk dalam tradisi ini : Teori Birokrasi dari Max Weber, yang merupakan bagian dari teori organisasi klasik, dan kedua Teori Empat Sistem dari Likert.
TRADISI RELASIONAL, termasuk dalam tradisi ini : The Process of Organizing oleh Carl Weick dan pengembangan teori ini Conversation And Text In The Process Of Organizing dari James W Taylor, serta Structuratio in Organizations oleh Marshall Scott Poole & Robert McPhee dan pengembangan dari teori ini Structuration in Organizational, Control and Identity oleh George Cheney & Philip Tompkins.

TRADISI KULTURAL , termasuk dalam tradisi ini : Domain of Organizational Culture oleh John Van Maanen dan Stephen Barley.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar