TEORI - TEORI KOMUNIKASI
Teori Sosiometris dari Moreno
Sosiometris dapat diartikan sebagai pendekatan metodologis terhadap
kelompok-kelpmpok yang diciptakan mula-mula oleh Moreno dan kemudian
dikembangkan oleh Jennings dan oleh yang lainnya. Pada dasarnya teori ini
berhubungan dengan “daya tarik” (attraction) dan “penolakan”(repulsions) yang
dirasakan oleh individu-individu terhadap satu sama lain serta implikasi
perasaan-perasaan ini bagi pembentukan dan struktur kelompok.
Meskipun sosiometris tidak langsung berkepentingan dengan komunikasi,
struktur sosiometris dari suatu kelompok tidak dapat disangkal berhubungan
dengan beberapa hal yang terjadi dalam komunikasi kelompok. Cukup masuk akal
untuk menganggap bahwa individu yang merasa tertarik satu sama lain dan yang
saling menempatkan diri pada peringkat yang tinggi akan lebih suka
berkomunikasi sedemikian rupa sehingga membedakan mereka dari berkomunikasi
anggota-anggota kelompok yang saling membenci.
MACAM-MACAM TEORI KOMUNKASI MASSA
1.TEORI PELURU (BULLET THEORY)
Dijelaskan
dalam teori peluru ini media dianggap sebagai orang yang lebih pinter
dibandingkan khalayakbisa dikelabui sedemikian rupa dari apa yang disiarkan
oleh media. Sehingga teori peluru ini sama dengan teori IPS ( ilmu pengetahuan
sosial) yang dmana setiap pesan media yang disampaikan oleh media akan
berdampak dan menimbulkan sebab akibat. Contohnya: Adanya adegan bergenre
action seperti film naruto atau film-film lainna,yang banyak adegan
actionnya,sehingga hal ini berpengaruh terhadap perilaku-perilaku anak-anak
dalam kehidaupan sehari-harinya. Apabila mereka berkelahi tak jarang mereka
meniru atau melakukan hal yang sama persis dengan apa yang dilakuakan oleh
artis atau aktornya dalam film tersebut.
2.TEORI KULIVASI (CULTIVACTION
THEORY)
Suatu
teori tentang nilai-nilai yang disalurkan ketelevisi-televisi di masing-masing
rumah dan khalayak. Khalayak tersebut menganggap bahwa apa yang
disampaikan oleh media itu sesuai dengan apa yang terjadi di dalam masyarakat
atau kehidupan pada nyatanya. Penjelasan tersebut berkaitan dengan teori
IPS,mengapa? Karena menjelaskan dampak sosial dan nilai sosial yang menjadi
sebab akibat khalayak terpengaruh oleh media.
3.TEORI IMPERIALISME BUDAYA
(CULTURAL IMERIALISM THEORY)
Dalam
teori ini dijelaskan bahwa media barat lebih mendominasi acara-acara di dalam
televisi swasta di Indonesia,sehingga media massa yang ada di Indonesia meniru
atau terpengaruh oleh media asing. Hal ini berdampak terhadap budaya yang ada
di Indonesia yang sesuai dengan apa yang dijelaskan dalam teori kultural,yang
dimana media mempengaruhi budaya atau menciptakan budaya baru.
4.TEORI PERSAMAAN MEDIA (MEDIA
EQUATION THEORY)
Dimana
khalayak atau manusia menganggap media sebagai orang,ada sebuah tayangan yang
sedih,dia justru merasa senang atau justru merasa marahh,sebagai contohnya
kasus Nenek Minah yang dijatuhi hukuman kurungan 1,5 bulan penjara akibat
perbuatannya memungut biji coklat. Seakan-akan teori persamaan media ini
berkaitan dengan teori common sense (Akal Sehat) ,bahwa pengetahuan atau
gagasan yang dimiliki oleh setiap orang pada kadarnya berbeda-beda.
5.TEORI KEHENINGAN (SPIRAL OF
SILENCE THEORY)
Didalam
teori ini manusia lebih berasumsi pada mayoritas dan menekan minoritas. Mereka
yang berada dipihak minoritas akan beranggapan kurang tegas dalam mengemukakan
pandangannya. Seseorang yang sering merasa perlu menyembunyikan sesuatunya
ketika berada dalam kelompok mayoritas. Sebaliknya,mereka yang berada dipihak
mayoritas akan merasa percaya diri dengan pengaruh dari pada dengan mereka dan
terdorong untuk menyampaikannya kepada orang lain. Dengan demikian maka teori
keheningan ini berkaitan dengan teori keritik,dimana manusia lebih memilih
kedamaian dan kebebasan dalam sebuah golongan atau kelompok.
6.TEORI PENGHARAPAN NILAI (THE EXPECTANCY
VALUE THEORY)
Menurut
teori pengharapan nilai ini,khalayak mengharapkan tayangan televisi yang
menghibur seperti acara OVJ,yang membuat khalayak terhibur dari segi
comedi,bila tidak maka khalayak akan meninggalkannya sesuai dengan teori
praktis,jika dibutuhkan maka khalayak akan menontonnya atau
mengkomsumsinya,jika tidak maka khalayak akan meninggalkannya.
7.TEORI JARUM SUNTIK (HYPODERMIC
NEEDLE THEORY)
Teori
ini merupakan teori yang dapat membuat manusia atau khalayak terpengaruh perilakunya
dengan beritanya maupun iklan,sehingga dapat juga dijelaskan oleh teori IPS
ini dimana sebab akibat media itu. Contohnya: Perang antara Amerika Serikat dan
Spanyol pada tahun 1898,merupakan kejadian yang didorong oleh koran yang
diterbitkan oleh William Randolph Hearst. Koran yang memberitakan tenggelamnya
kapal peang Amerika Serikat yang bernama Maine,di Havana Harbor merupakan ulah
tentara Spanyol dengan sangat besar dan terkesan berlebihan ,sehingga perangpun
tidak dapat terhindarkan. Dan kapal perang Amerika Serikat yang tenggelam
tersbut bukanlah karena tentara spanyol.
8.TEORI KETERGANTUNGAN (DEPENDENCY
THEORY)
Teori
ini menyatakan bahwa semakin seseorang tergantung pada suatu media,untuk
memenuhi kebutuhannya ,maka media tersebut akan menjadi semakin penting atu
perkasa untuk orang tersebut. Contohnya: Bila anda menyukai gosip,anda akan
membeli tabloid gosip,dibandingkan dengan membeli korang kompas. Oleh karena
itu maka teori berkaitan dengan teori praktis,yang dimana dalam teori tersebut
dijelaskan bahwa kebutuhan khalayak atau pemirsa akan kebutuhan media sangat
kergantungan atau membutuhkan.
9.TEORI PERBEDAAN INDIVIDU
(INDIVIDUAL DIFFERENCES THEORY)
Teori
ini menjelaskan bahwa setiap individu dengan individu yang lainnya berbeda dari
segi pengetahuannya atau pengalamanya. Psikologisnya,biologisnya pun berbeda
dari lingkungan yang di pelajarinya itu. Maka mereka menghendaki seperangkat
sikap,nilai,dan kepercayaan yang merupakan tataran psikologis masing-masing pribadi
yang membedakannya dari yang lainnya. Sama dengan teori common sense atau akal
sehat dimana individu mempunyai penetahuan dan rasionlitas yang berbeda-beda
pada asumsi tertentu.
10.TEORI HUBUNGAN SOSIAL (SOCIAL
RELATIONSHIP THEORY)
Dimana
didalam teori ini menjalaskan orang lebih banyak mendapatkan informasi dari
media,lewat orang lain,dengan hubungan interaksi sosial,dibandingkan melalui
media. Maka dari penjelasan tersbut dapat dikaitkan dengan teori praktis,dimana
dalam teori paraktis ini manusia lebih membutuhkan informasi –informasi,jika
dibutuhkan. Contohnya seperti kaum awam yang dikunjungi oleh beberapa Da’i yang
mana tidahk mengetahui ajaran-ajaran apapun lalu diberikan informasi oleh
Da’i-da;i tersebut berupa ajaran-ajaran islam kemudian ajaran tersebut diterima
oleh kaum awam.
11.TEORI PEMBELAJRAN SOSIAL (SOCIAL
LEARNING THEORY)
Dijelaskan
dalam teori pembelajaran sosial ini,khlayak atau pemirsa meniru apa yang mereka
lihat dari televisi,melalui suatu proses pembelajran sosial tersebut. Hasil
dari pembelajran tersebut dijadikan ilmu. Dengan demikian maka teori ini
berkaitan dengan teori IPS,dimana dalam teori IPS ini,dijelaskan sebab akibat
dari pembelajaran tersebut dalam tayangan televisi.
12.TEORI DISONANSI KOGNITIF (
COGNITIVE DISSONANCE THEORY)
Suatu
teori yang menjelaskan ketidaknyamana seseorang yang diakibatkan oleh
sikap,pemikiran,dan perilaku yang tidak konsisten dan memotivasi,seseorang
untuk menggambil langkah demi mengurangi ketidaknyamanan tersebut. Contohnya
secara logis ,kain yang bersentuhan dengan api tidak terbakar,maka saat itu
terjadii disonansi kognitif dalam diri kita,sama dengan dengan teori akal sehat
dimana dalam teori akal sehat ini,manusia menggap benda itu tidak sesuai dengan
kadar akal tertentu atau tidak rasionalitas.
13.TEORI PENGGUNAAN DAN PEMENUHAN
KEPUASAAN (USES AND GRATIFICATION)
Teori
uses and gratification ini berkaitan dengan teori praktis,dimana dalam teori
tersebut dijelaskan bahwa khalayak sangat membutuhkan kegunaan tayangan
sepakbola saat musim Liga Bola,untuk memenuhi kepuasaan akan media
tersbut,dengan demikian maka,tayangan yang lain akan dilupakan dan dipindahkan
ketayangan sepakbola tersebut.
14.TEORI PENENTU AGENDA(AGENDA
SETTING THEORY)
Teori
agenda setting ini beraitan dengan teori kritis,dimana dalam teori tersebut
dijelaskan bahwa setiap media dianggap penting oleh khalayak untuk penentuan
kebenaran informasi kedalam agenda publik,sehingga kehadiran media bisa
mempengaruhi hukum pemerintahan. Contohnya seperti pemilihan presiden 2014,maka
media televisi akan digunakan sebagai media kampanye atau politik,dalam penentu
agenda publinya sangat kuat.
15.TEORI DETERMINISME TEKNOLOGI
(TECHNOLOGICAL DETERMINISM THEORY)
Dalam
teori ini dijelaskan perubahan media teknologi informasi sangat penting bagi
kehidupan manusia dijaman sekarang ini,maka teori ini juga berakitan dengan
teori akal sehat dimana media dianggap benda hidup. Contohnya seperti fenomena
munculnya smartphone yang sedang marak digunakan oleh masyarakat Indonesia pada
saat ini.
16.TEORI NILAI BUDAYA (CULTURLAL
NORM THEORY)
Dalam
teori nilai budaya ini media sangat mendukung nilai-nilai budaya yang ada di
dalam masyarakat,melalui media yang ditayangkan didalam televisi,yang dimana
pesan-pesan yang disampaikan media massa memperkuat budaya yang sudah ada. Hal
ini berkaitan dengan teori normative,dimana,dalam teori normative ini budaya
yang sudah luntur akan menjadi hidup kembali. Contohnya acara
pertunjukan wayang golek yang ditayangkan ditelevisi terbukti telah memberikan
tempat pada budaya tersebut untuk diapresiasikan oleh masyarakat.
17.TEORI DIFUSI INOVASI
Teori
defusi inovasi berkaitan dengan teori kultural,mengapa saling berkaitan? Karena
didalam teori ini menjelaskan suatu ide atau teknologi baru yang
dikomunikasikan melalaui saluran-saluran teelevisi kemasing-masing televisi
diseluruh dunia dengan jangka waktu yang ditentukan dalam sebuah kebudayaan
atau sisitem sosial. Dengan demikian maka hal ini mempengaruhi
kebudayaan,bahkan membuat atau menciptakan kebudayaan baru.
18.TEORI KONTRUKSI SOSIAL (SOCIAL
CONSTRUCTION THEORY)
Dimana
dalam teori ini dijelaskan bahwa media dapat menghasilkan atau bahkan menciptakan
kontruksi sosial,seolah-olah film itu kehidupan sosial,padahal tidak sesuai
dengan kenyataan. Maka teori tersebut berkaitan dengan teori common sense atau
akal sehat,dimana media itu dianggap hidup,padahal sebaliknya,tidak
rasionalitas. Contohnya sinetron FTV di SCTV “CINTA KU DI DANAU CIPULE”.
19.TEORI MEDIA KLASIK
Suatu
media yang mempunyai ciri khas yang menonjol dalam penggunaan membiaskan massa
historis apapun,mengikat waktu,dan mengikat ruang .dimana media tersebut
sebagai sebuah pikiran manusia yang diciptakan untuk memaksakan manusia
dikuasai oleh manusia media. Teori ini juga berkaitan dengan teori
kritis,dimana media dijadikan alat untuk kepentingan
hiburan,politik,informasi,intertaiment dan sebaginya Contohnya aktor Lee Min Ho,kini
begitu di puja oleh masyarakat Indonesia khususnya para wanita. Ini merupakan
akibat campur tangan media yang selalu memperlihatkan dan menyorot kehidupan
dan prestasi yang diraih oleh lee min ho, sehingga khalayak mengetahui semua
tentang lee min ho.
20.TEORI MEDIA BARU
Teori
ini berpendapat bahwa gambaran media bukan dalam bentuk
informasi,interaksi,atau penyebarannya,tetapi dalam bentuk ritual atau
bagaimana manusia menggunakan media sebagai cara menciptakan masyarakat dengan
menyatukan masyarakat dalam bentuk rasa saling memiliki. Hal ini berkaitan
dengan teori kritis dimana media sangat mempunyai peran penting bagi
Nasionalisme masyarakat. Contohnya kekalahan Indonesia atas Malaysia dalam
pertandingan bola beberapa waktu yang lalu membuat Indonesia semakin gencar
dalam mempertahankan nasionalismenya,terlebih masalah antara kedua Negara ini
yang telah disorot oleh media tidak hanya satu,mulai dari batik,tari pendet,dan
lain-lain.
Teori
Komunikasi kelompok
TEORI
DAN MODEL KOMUNIKASI KELOMPOK
Teori Perbandingan Sosial
Teori Percakapan Sosial
Teori Pertukaran Sosial
Prinsip Dasar Komunikasi Kelompok
Kelompok merupakan bagian yang tidak dapat
dilepaskan dari kegiatan sehari-hari.
Melalui kelompok memungkinkan kita dapat berbagi informasi,
pengalaman, pengetahuan kita dengan anggota kelompok lainnya.
Kelompok Primer : Keluarga.
Kelompok Sekunder : sekolah, lembaga agama,
tempat pekerjaan dan kelompok-kelompok lainnya yang sesuai minat dan
ketertarikan kita.
Pengertian Komunikasi Kelompok
Michael Burgoon dan Michael Ruffner :
Komunikasi
Kelompok sebagai interaksi tatap muka dari 3 atau lebih individu guna
memperoleh maksud atau tujuan yang dikehendaki seperti berbagai informasi,
pemeliharaan diri atau pemecahan masalah sehingga semua anggota dapat
menumbuhkan karakteristik pribadi anggota lainnya dengan akurat.
Ada 4 (empat) elemen yang tercakup dalam defenisi tersebut :
Interaksi Tatap Muka
Jumlah partisipan yang terlibat dalam interaksi
Maksud dan tujuan yang dikehendaki.
Kemampuan anggota untuk dapat menumbuhkan karakteristik pribadi anggota
lainnya.
3 (Tiga) Kategori Norma Kelompok
1) Norma Sosial, mengatur hubungan diantara para
anggota kelompok.
2) Norma Prosedural, mengurai secara rinci
bagaimana kelompok beroperasi.
3) Norma Tugas, memusatkan perhatian pada
bagaimana suatu pekerjaan harus dilaksanakan.
Fungsi Komunikasi Kelompok
1) Fungsi Hubungan Sosial : perekat sosial antar
anggota kelompok.
2) Fungsi Pendidikan : alat pertukaran
pengetahuan dan pengalaman
3) Fungsi Persuasi : melakukan atau tidak
melakukan sesuatu.
4) Fungsi untuk memecahkan masalah atau membuat
keputusan.
5) Fungsi terapi seperti pada kelompok konsultasi
perkawinan, kelompok penderita narkoba dan lain-lain.
KOMUNIKASI KELOMPOK DALAM PERSPEKTIF TEORITIS
1. TEORI PERBANDINGAN SOSIAL
Teori Perbandingan Sosial (Social Comparison Theory) Tindak komunikasi dalam
kelompok berlangsung karena adanya kebutuhan-kebutuhan dari individu untuk
membandingkan sikap, pendapat, dan kemampuannya dengan individu-individu
lainnya.
Dalam teori perbandingan sosial ini, tekanan seseorang untuk berkomunikasi
dengan anggota kelompok lainnya akan mengalami peningkatan, jika muncul
ketidaksetujuan yang berkaitan dengan suatu kejadian atau peristiwa;
kalau tingkat pentingnya peristiwa tersebut meningkat dan apabila
hubungan dalam kelompok (group cohesiveness) juga menunjukkan
peningkatan. Selain itu, setelah keputusan kelompok dibuat, para anggota
kelompok akan saling berkomunikasi untuk mendapatkan informasi yang mendukung
atau membuat individu-individu dalam kelompok lebih merasa senang dengan
keputusan yang dibuat tersebut.
Teori perbandingan sosial ini diupayakan untuk dapat menjelaskan bagaimana
tindak komunikasi dari para anggota kelompok mengalami peningkatan atau
penurunan.
2. TEORI PERTUKARAN SOSIAL (THIBAUT DAN KELLEY)
Teori Pertukaran Sosial dari Thibaut dan Kelley[4] Dalam buku mereka yang
berjudul The Social Psychology of Groups, Thibaut and Kelley memusatkan perhatiannya
pada kelompok yang terdiri dari dua orang anggota atau diad. Mereka
merasa yakin bahwa usaha memahami tingkah laku yang kompleks dari
kelompok-kelompok besar mungkin dapat diperoleh dengan cara menggali pola
hubungan diadis (2orang). Meskipun pola penjelasan tingkah laku mereka
tentang diadis bukan sekedar suatu pembahasan tentang proses komunikasi dalam
kelompok dua-anggota, beberapa rumusan mereka mempunyai relevansi langsung
tentang komunikasi kelompok.
Model Thibaut dan Kelley mendukung asumsi-asumsi yang dibuat oleh Homans
dalam teorinya tentang proses pertukaran sosial, khususnya bahwa
interaksi sosial manusia mencakup pertukaran barang dan jasa, serta bahwa
tanggapan-tanggapan individu-individu yang muncul melalui interaksi di antara
mereka mencakup baik imbalan (rewards) maupun pengeluaran (cost). Apabila
imbalan tidak cukup, atau bila pengeluaran melebihi imbalan, interaksi akan
terhenti atau individu yang terlibat di dalamnya akan merubah tingkah laku
mereka dengan tujuan mencapai apa yang mereka cari.
3. TEORI PERCAKAPAN KELOMPOK
Teori Percakapan Sosial / Kelompok (Group Achievement Theory) Teori percakapan
kelompok sangat berkaitan erat dengan produktivitas kelompok atau upaya-upaya
untuk mencapainya melalui pemeriksaan masukan dari anggota (member inputs),
variabel-variabel yang perantara (mediating variables), dan keluaran dari
kelompok (group output).
Masukan atau input yang berasal dari anggota kelompok dapat diidentifikasikan
sebagai perilaku, interaksi dan harapan-harapan (expectations) yang
bersifat individual. Sedangkan variabel-variabel perantara merujuk pada
struktur formal dan struktur peran dari kelompok sperti status, norma, dan
tujuan-tujuan kelompok. Yang dimaksud dengan keluaran atau output kelompok
adalah pencapaian atau prestasi dari tugas atau tujuan kelompok.
Produktivitas dari suatu kelompok dapat dijelaskan melalui konsekuensi
perilaku, interaksi dan harapan-harapan melalui struktur kelompok. Perilaku,
interaksi, dan harapan-harapan (input variables) mengarah pada struktur formal
struktur formal dan striktur peran (mediating variables) yang sebaliknya
variabel ini mengarah pada produktivitas, semangat, dan keterpaduan (group
echievement).
ASUMSI
–ASUMSI PERSPEKTIF ORGANISASI
1.KLASIK
Asumsi : organisasi dipahami sebagai tempat (wadah) berkumpulnya orang-orang
yang diikat dalam sebuah aturan-aturan yang tegas dan melaksanakan
kegiatan-kegiatan yang telah terkoordinir secara sistematis dalam sebuah
struktur guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
2. MODERN
Asumsi : Organisasi sebagai sebuah jaringan sistem yang terdiri dari
setidak-tidaknya 2 orang atau lebih dengan kesalingtergantungan, input, proses
dan output. Menurut pandangan ini, orang-orang (komunikator) bekerjasama dalam
sebuah sistem untuk menghasilkan suatu produk dengan menggunakan energi,
informasi dan bahan-bahan dari lingkungan
3. INTERPRETASI SIMBOLIK
Asumsi : Organisasi memproduksi situasi / lingkungan/ budaya/ realitas sosial
melalui pemaknaan atas interaksi dalam organisasi. Organisasi terbentuk karena
adanya interaksi (komunikasi) yang terjadi antar anggota melalui pemaknaan atas
simbol-simbol, baik simbol verbal maupun non verbal
4. POSTMODERNISME
Asumsi : postmodernisme mencoba untuk mengkritisi (melakukan penentangan thd)
perspektif modernisme yang menempatkan organisasi dalam bentuk sistem yang
rasional empiris. Sistem dalam pengertian modernisme adalah hubungan rasional
dari berbagai unsur yang ada dalam organisasi yang cenderung mengesampingkan
intuisi dan pengalaman individu. Postmodernisme juga menganggap bahwa
organisasi sebagai tempat terjadinya negosiasi kekuasaan, dominasi kelompok dan
pertarungan kepentingan sehingga perlu adanya rekonstruksi kekuasaan. Untuk itu
postmodernisme mencoba memberikan ruang pada munculnya partisipasi anggota
organisasi.
PERKEMBANGAN TEORI ORGANISASI_
(Menurut
Wayne Pace : Di antara 2 Paradigma)
A. TEORI STUKTURAL KLASIK_ (Objektivisme)
1. ORGANISASI SOSIAL
merujuk pada pola-pola interaksi sosial yang terjadi dalam sebuah kelompok
sosial, yaitu kelompok atau kumpulan orang yang terbentuk atas dasar kesamaan
kepentingan yang saling berhubungan dan melakukan interaksi sosial. Hubungan
yang terjadi ini menghasilkan aspek status sosial yang berbeda. Jaringan
hubungan & kepercayaan bersama suatu kelompok ini yang biasanya disebut
dengan struktur.
2. ORGANISASI FORMAL (BIROKRASI)
KARAKTERISTIK BIROKRASI WEBER :
1. Suatu organisasi terdiri dari hubungan yang ditetapkan antara
jabatan-jabatan.
2. Tujuan / rencana organisasi terbagi ke dalam tugas- tugas yang disalurkan di antara
berbagai jabatan sebagai kewajiban (jod description).
3. Kewenangan untuk melaksanakan kewajiban diberikan kepada jabatan (saat sah
menduduki jabatan).
4. Garis2 kewenangan & jabatan diatur menurut suatu tatanan hierarkis.
5. Suatu sitem aturan/regulasi yang umum tapi tegas yang ditetapkan secara
formal, mengatur tindakan2 & fungsi jabatan dalam organisasi.
6. Prosedur dalam organisasi bersifar formal dan impersonal.
7. Adanya prosedur untuk menjaga disiplin anggota.
8. Anggota organisasi harus memisahkan kehidupan pribadi dan kehidupan
organisasi.
9. Pegawai dipilih untuk bekerja dalam organisasi berdasarkan kualifikasi
teknis.
10. Penilaian kenaikan jabatan dilakukan berdasarkan senioritas dan prestasi
kerja.
MANAJEMEN ILMIAH TAYLOR
Unsur Kunci :
Pembagian Kerja : berkenaan denan bagaimana tugas, kewajiban dan pekerjaan
organisasi didistribusikan (disinilah bagaimana jalur dan pola komunikasi
berlangsung).
Proses Skalar – fungsional : berkenaan dengan rantai perintah / dimensi
vertikal organisasi yang menunjukkan proses fungsional dan jalur horisontal
organisasi.
Struktur : hubungan logis antara berbagai fungsi dalam organisasi. Teori klasik
fokus pada dua stuktur dasar : lini (garis komando / pimpinan/decition maker) &
staf (garis koordinatif / pelaksana tugas/follower)
Rentang Kendali/pengawasan (span of control) : menunjukkan jumlah bawahan yang
berada di bawah pengawasan seorang atasan. Efektifitas pengawasan organisasi
tergantung pada besar kecilnya jumlah rentang kendali yang ada.
B. TEORI TRANSISIONAL
TEORI PERILAKU
1.1. Teori Komunikasi-Kewenangan : Chester Barnard
- Organisasi formal : suatu
sistem kegiatan dua orang atau lebih yang dilakukan secara sadar dan
terkoordinasikan.
- Menitikberatkan konsep sistem
dan konsep orang.
Eksistensi organisasi bergantung pada kemampuan manusia untuk berkomunikasi dan
kemauan untuk bekerja sama dalam mencapai tujuan yang sama. – - Fungsi utama pimpinan adalah
mengembangkan & memelihara suatu sistem komunikasi.
Teori Penerimaan Kewenangan
Empat syarat seseorang mau menerima pesan otoritatif :
Orang tersebut memahami pesan yang dimaksud.
Orang tersebut percaya bahwa pesan itu tidak bertentangan dengan tujuan
organisasi.
Orang tersebut percaya (pada saat memutuskan bekerja sama) bahwa pesan yang
dimaksud sesuai dengan minatnya.
Orang tersebut memiliki kemampuan fisik dan mental untuk melaksanakan pesan
(sesuai dengan kompetensi dirinya).
Teori Hubungan Manusia : _Elton Mayo
Melakukan penelitian di kompleks Hawthorne milik Western Electric Company
Efek Hawthorne :
Perhatian terhadap orang-orang boleh jadi mengubah sikap & perilaku
pekerja.
Moral dan produktifitas dapat meningkat apabila para pegawai mempunyai
kesempatan untuk berinteraksi satu sama lain.
“kondisi kerja yang menyenangkan, bebas dan membahagiakan dapat meningkatkan
produktifitas”.
Teori Fusi Bakke
Proses Fusi :
Organisasi, hingga tahap tertentu, mempengaruhi individu, sementara pada saat
yang sama individupun mempengaruhi organisasi.
Organisasi yang dipersonalisasikan oleh setiap ndividu pegawai dan individu
yang disosialisaikan oleh organisasi. Karena itu setiap pegawai menunjukkan
ciri-ciri organisasi, dan setiap jabatan tampak unik seperti individu yang
mendudukinya. Setelah fusi, setiap pegawai tampak menyerupai organisasi, dan
setiap jabatan dalam organisasi dimodifikasi sesuai dengan minat khusus
individu.
Teori Peniti Penyambung _(The Linking Pin Model) Rensis Likert
Konsep ini berkaitan dengan kelompok yang tumpang tindih dalam peran (sebagai
pemimpin untuk unit yang lebih rendah dan sebagai anggota unit yang lebih
tinggi)
Menunjukkan hubungan antar kelompok. Organisasi berorientasi pada hubungan ke
atas dalam hal : komunikasi, pengaruh pengawasan dan pencapaian tujuan
organisasi
TEORI SISTEM
“Satu-satunya cara yang bermakna untuk mempelajari organisasi … adalah sebagi
suatu sistem” (Scott, 1961)
Bagian-bagian dalam organisasi merupakan sebuah sistem, berupa individu dan
kepribadiannya, struktur formal, pola interaksi informal, pola status &
peranan, lingkungan fisik pekerjaan. Inilah yang disebut sistem organisasi.
Konsep sistem fokus pada pengaturan, interakis, pola komunikasi dan hubungan
antara bagian-bagian & dinamika hubungan tersebut yang menumbuhkan kesatuan
/ keseluruhan
Dalam sistem terdapat hubungan interdependensi diantara komponen / bagian suatu
sistem (subsistem)
Suatu perubahan pada suatu bagian/komponen akan membawa perubahan pada setiap
komponen lainnya dalam keseluruhan sistem.
Salah satu tokoh Teori Sistem Umum : Bertalanffy, mengindentifikasina beberapa
prinsip yang berlaku bagi semua jenis sistem yakni bahwa mesin, organisme dan
organisasi memiliki proses serupa dan dapat diuraikan dengan prinsip-prinsip
yang sama
Ciri-Ciri Sistem
Nonsumativitas, yaitu suatu sistem tidak sekedar jumlah dari bagian-bagiannya.
Namun dia akan memperoleh identitas yang terpisah dari masing-masing hubungan.
Unsur-unsur struktur, fungsi dan evlusi. Sturktur merujuk pada hubungan
antarkomponen suatu sistem. Struktur mencerminkan keteraturan
Keterbukaan. Organisasi adalah sistem sosial. Batas-batasnya dapat ditembus,
yang memungkinkan organisasi berinteraksi dengan lingkungannya sehingga
memperoleh energi dan informasi.
Hierarki. Suatu sistem merupakan suatu suprasistem bagi sistem-sistem lain di
dalamnya, atau sebagai subsistem bagi suatu sistem yang lebih besar.
Teori Sistem Sosial Katz & Kahn
Kebanyakan interaksi kita dengan orang lain merupakan tindakan komunikatif
(verbal/non verbal, bicara / diam). “komunikasi – pertukaran informasidan
transmisi makna – adalah inti suatu sistem sosial atau suatu organisasi.
Termasuk dalam bentuk-bentuk interaksi sosial seperti penggunaan pengaruh,
kerja sama penularan sosial atau peniruan dan kepemimpinan yang dimasukkan
dalam konsep organisasi.
C. TEORI MUTAKHIR (Subjektivisme)
TEORI PENGORGANISASIAN :
CARL WEICK
Proses pengorganisasiaan akan menghasilkan organisasi. Pengorganisasian adalah
sebuah proses dan aktivitas/kegiatan. Walaupun organisasi memiliki struktur
namun bagaimana organisasi bertindak dan bagaimana organisasi tersebut tampil
ditentukan oleh struktur yang ditetapkan oleh pola-pola reguler perilaku yang
saling bertautan. (Weick, 1979, hal 90).
Komunikasilah yang merupakan proses penting. Proses menghasilkan struktur.
Suatu sistem jelas manusia. Manusia tidak hanya menjalankan organisasi, manusia
merupakan organisasi itu sendiri.
Pengorganisasian adalah suatu gramatika (aturan, konvensi, praktik organisasi)
yang disahkan secara mufakat untuk mengurangi ketidakpastian dengan menggunakan
perilaku bijaksana (pengalaman) yang saling bertautan. (pengalaman dilalui
bersama dengan orang lain melalui sistem lambang/simbol)
Proses / Tahap Pengorganisasian :
Tahap Enactment secara sederhana berarti bahwa paraanggota organisasi
menciptakan ulang lingkungan mereka dengan menentukan dan merundingkan makna
khusus bagi suatu peristiwa
Tahap seleksi,aturan-aturan dan siklus komunikasi digunakan untuk menentukan
pengurangan yang sesuai dengan ketidakjelasan
Tahap retensi,memungkinkan organisasi menyimpan informasi mengenai cara organisasi
itu memberi respon atas berbagai situasi
Teori kultural Organisasi
AKAN DIBAHAS DALAM KAJIAN TERSENDIRI.
METAPHORA ORGANISASI : GARETH MORGAN
Organisasi dapat dilihat dari berbagai perspektif. Perspektif pertama
sebagaimana yang diungkapkan oleh Gareth Morgan melihat organisasi dalam 8
metafora1. Antara lain :
1. Organisasi ibarat mesin (machine). Organisasi mengolah segala sumber daya
yang ada dan memiliki bagian-bagian yang menghasilkan produk dan jasa.
2. Organisasi ibarat organisme (organism). Seperti tumbuhan atau hewan,
organisasi lahir, tumbuh, berfungsi dan beradaptasi terhadap perubahan- perubahan lingkungan dan pada akhirnya
ia mati.
3. Organisasi ibarat otak (brain). Ia memproses informasi, ia memiliki
intelegensi, ia mengkonseptualisasi dan ia membuat perencanaan.
4. Organisasi ibarat budaya (culture) karena ia mencipta pengertian, memiliki
nilai dan norma, dan diperkuat dengan cerita-cerita dan ritual-ritual bersama.
5. Organisasi seperti sebuah sistem politik (political system) , dimana
kekuasaan dibagi, pengaruh dijalankan, dan keputusan-keputusan dibuat.
6. Organisasi sebagai penjara supranatural (psychic prisons) karena ia dapat
membentuk dan membatasi kehidupan anggota-anggotanya.
7. Organisasi sebagai perubahan dan transformasi (flux and transformation),
karena ia menyesuaikan diri, berubah, tumbuh atas dasar informasi, umpan balik
dan kekuatan logika.
8. Organisasi sebagai instrumen dominasi (instrument of domination) karena ia
mengandung kepentingan-kepentingan yang bersaing, yang beberapa di antaranya
mendominasi yang lain.
1 Gareth Morgan, Image of Organization, Beverly Hills, CA : Sage, 1986
TRADISI STUDI ORGANISASI MENURUT LITLLE JOHN
Stephen W Littlejohn memberikan satu bentuk metafora lain yang mengibaratkan
bahwa organisasi adalah sebagai sebuah jaringan (Organizational Network).
Jaringan adalah struktur-struktur sosial yang diciptakan melalui komunikasi di
antara individu-individu dan kelompok-kelompok. Sewaktu orang berkomunikasi
dengan orang lain, sebenarnya ia sedang membuat kontak-kontak dan pola-pola
hubungan dan saluran-saluran ini menjadi instrumen dalam semua bentuk fungsi
sosial, dalam organisasi-organisasi dan dimasyarakat luas. Organisasi dipahami
mampu membangun realita sosial. Jaringan adalah saluran-saluran melalui mana
pengaruh dan kekuasaan dijalankan, tidak hanya oleh manajemen dengan cara
formal tetapi juga informal diantara para anggota organisasi.2
Sementara itu, Peter Monge dan Eric Eisenberg3 melihat teori jaringan sebagai
suatu cara untuk mengintegrasikan tiga tradisi dalam studi organisasi. Pertama
tradisi posisional, relasional, dan kultural. _2 Stephen W Littlejohn, Teories
of Human Communication, Thomson Learning,USA. 7th.ed. 2001. 3 ibid..p.282
1. TRADISI POSISIONAL
Tradisi ini memberikan perhatian pada struktur dan peran-peran formal dalam
organisasi. Organisasi dalam pandangan tradisi ini dipandang sebagai sekumpulan
posisi seperti administrator, pimpinan dan anggota. Setiap posisi memiliki
fungsi-fungsi tertentu. Pendekatan yang dipergunakan oleh tradisi ini adalah
pendekatan struktural, yang mendefinisikan sebuah organisasi sebagai sebuah
kumpulan yang stabil dari hubungan-hubungan yang didefinisikan secara formal.
Tradisi posisional terdiri dari beberapa teori tentang jaringan-jaringan
komunikasi formal. Teori-teori ini cenderung meneliti cara-cara manajemen
menggunakan jaringan-jaringan formal untuk mencapai tujuannya.
2. TRADISI RELASIONAL
Tradisi ini dibangun diatas asumsi dasar bahwa organisasi terbentuk karena
adanya interaksi timbal balik antar individu. oleh karena itu tradisi ini
memberikan perhatian pada cara-cara organisasi terbentuk melalui interaksi
antar individu-individu. tradisi ini berhubungan dengan cara-cara
hubungan-hubunga yang umumnya berkembang dikalangan para partisipan di dalam
sebuah organisasi dan bagaimana jaringan muncul dari hubungan-hubungan
tersebut. Disini, organisasi dipandang sebagai sebuah sistem yang yang hidup
dan mengalami perubahan yang terus menerus dibentuk dan diberi arti melalui
interaksi antara anggota-anggotanya.
3. TRADISI KULTURAL
Kajian sentral dalam tradisi ini adalah tentang simbol-simbol dan pengertian
yang membentuk suatu organisasi. Tradisi ini memahami bahwa dunia organisasi
diciptakan oleh anggotanya dalam cerita-cerita, ritual-ritual, dan pekerjaan
tugas. Struktur organisasi sesunguhnya tidak dirancang sebelumnya tetapi muncul
dari tindakan-tindakan anggotanya secara informal dalam aktifitas mereka
sehari-hari
PENGELOMPOKAN TEORI KOMUNIKASI ORGANISASI MENURUT LITLLE JOHN
TRADISI POSISIONAL : termasuk dalam tradisi ini : Teori Birokrasi dari Max
Weber, yang merupakan bagian dari teori organisasi klasik, dan kedua Teori
Empat Sistem dari Likert.
TRADISI RELASIONAL, termasuk dalam tradisi ini : The Process of Organizing oleh
Carl Weick dan pengembangan teori ini Conversation And Text In The Process Of
Organizing dari James W Taylor, serta Structuratio in Organizations oleh
Marshall Scott Poole & Robert McPhee dan pengembangan dari teori ini
Structuration in Organizational, Control and Identity oleh George Cheney &
Philip Tompkins.
TRADISI KULTURAL , termasuk dalam tradisi ini : Domain of Organizational
Culture oleh John Van Maanen dan Stephen Barley.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar