ELEMEN
PENTING WAWANCARA
MAKALAH
INI DIAJUKAN UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH WAWANCARA
DOSEN :
Dodi Angga Nugraha, S.Sos., M.Si
Disusun oleh :
Nama: 1. Indah Aulia M _ E1A.15.0703
2. Gilang
Ramadhan_E1A.14.0559
FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI
UNIVERSITAS SUBANG
2016
KATA
PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang
Maha Esa karena atas limpahan berkatnya saya dapat menyelesaikan makalah yang
berjudul “Elemen Penting Wawancara” dapat diselesaikan dengan baik dan lancar.
Shalawat senantiasa kita haturkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW yang
telah membawa manusia dari zaman jahiliyyah ke zaman islamiyah.
Tujuan penulisan
makalah ini untuk menyelesaikan Tugas mata kuliah Wawancara yang diberikan
Dosen Pembimbing. Selain itu juga untuk meningkatkan pemahaman saya terhadap
materi Wawancara. Saya telah berusaha sesuai dengan kemampuan, namun saya
yakin bahwa manusia itu tidak ada yang sempurna. Seandainya dalam penulisan
makalah ini ada yang kurang, maka itulah bagian dari kelemahan saya.
Mudah-mudahan melalui kelemahan itu yang akan membawa kesadaran kami akan
kebesaran Tuhan Yang Maha Esa. Oleh sebab itu, kritik dan saran yang
konstruktif sangat diharapkan dari pembaca. Dan berharap semoga makalah ini
dapat bermanfa’at. Amin.
Subang,15 Oktober 2016
penyusun
DAFTAR ISI
halaman
KATA PENGANTAR...................................................................................................... i
DAFTAR ISI..................................................................................................................... ii
BAB I. PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang ........................................................................................................ 1
1.2 Rumusan
Masalah....................................................................................................
2
1.3 Tujuan......................................................................................................................
2
2.1 Pengertian
dan Tujuan Wawancara......................................................................... ..3
2.2 Elemen
Penting Wawancara......................................................................................3
2.1.1
Interaktif.........................................................................................................3
2.1.2 Proses............................................................................................................
3
2.1.3 Wawancara
dan bukan wawancara.................................................................
4
BAB III. PENUTUP
3.1 Kesimpulan..............................................................................................................
6
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Wawancara menurut
Nazir (1988) adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan
cara tanya jawab sambil bertatap muka antara si penanya atau pewawancara dengan
si penjawab atau responden dengan menggunakan alat yang dinamakan interview
guide (panduan wawancara).
Walaupun wawancara
adalah proses percakapan yang berbentuk tanya jawab dengan tatap muka,
wawancara adalah suatu proses pengumpulan data untuk suatu penelitian. Beberapa
hal dapat membedakan wawancara dengan percakapan sehari-hari adalah antara
lain:
• Pewawancara dan
responden biasanya belum saling kenal-mengenal sebelumnya.
• Responden selalu
menjawab pertanyaan.
• Pewawancara selalu
bertanya.
• Pewawancara tidak
menjuruskan pertanyaan kepada suatu jawaban, tetapi harus selalu bersifat
netral.
• Pertanyaan yang
ditanyakan mengikuti panduan yang telah dibuat sebelumnya. Pertanyaan panduan
ini dinamakan interview guide.
Wawancara merupakan
metode pengumpulan data dengan jalan tanya jawab sepihak yang dilakukan secara
sistematis dan berlandaskan kepada tujuan penelitian (Lerbin,1992 dalam Hadi,
2007). Tanya jawab ‘sepihak’ berarti bahwa pengumpul data yang aktif bertanya,
sermentara pihak yang ditanya aktif memberikan jawaban atau tanggapan. Dari
definisi itu, kita juga dapat mengetahui bahwa Tanya jawab
dilakukan secara sistematis, telah terencana, dan mengacu pada tujuan
penelitian yang dilakukan.
1.2.
Rumusan
Masalah:
1. Apa yang
dimaksud interaktif dalam wawancara ?
2. Apa yang
dimaksud proses dalam wawancara?
3. Apa yang
dimaksud wawancara dan bukan wawancara
1.3.
Tujuan
1.
Mengetahui dan memahami interaktif dalam wawancara ?
2. Mengetahui dan
memahami proses dalam wawancara?
3. Mengetahui dan
memahami wawancara dan bukan wawancara
BAB II
PEMBAHASAN
ELEMEN PENTING WAWANCARA
2.1. Pengertian dan Tujuan Wawancara
Dalam KBBI disebutkan bahwa
wawancara adalah tanya jawab dengan seseorang yang diperlukan untuk dimintai
keterangan atau pendapatnya mengenai suatu hal.
Menurut Charles Stewart dan W.B Cash, wawancara
adalah sebuah proses komunikasi berpasangan dengan tujuan yang serius dan telah
ditetapkan sebelumnya yang dirancang untuk bertukar perilaku dan melibatkan
tanya jawab.
Tujuan dari wawancara adalah untuk
mendapatkan informasi dimana pewawancara mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk
dijawab oleh orang yang diwawancarai.
Wawancara merupakan salah satu
bentuk komunikasi interpersonal. Wawancara merupakan istilah terjemahan dari
bahasa Inggris: interview. Kata ini sendiri
berawal dari bahasa Prancis :entrevoir. Entre berarti antar atau diantara, saling, bersama-sama. Voir berarti melihat, mengetahui,
mengerti. Maka, secara harafiah wawancara atau interview berarti saling
melihat bersama, atau bertemu untuk melihat
bersama-sama.
Struktur Wawancara
Wawancara mempunyai struktur, yaitu
awal (opening, beginning), tengah (middle, body), dan penutup (end, closing) serta tindak lanjut (follow-up) wawancara.
Awal Wawancara
Awal wawancara merupakan permulaan
wawancara dan merupakan orientasi tentang apa yang akan dibicarakan, dilakukan,
dan terjadi dalam wawancara. Awal wawancara digunakan untuk menciptakan
hubungan baik antara pewawancara dan pihak yang diwawancarai, dan membuat
keduanya yang terlibat dalam wawancara dapat menjadi bebas, leluasa, dan tidak
terhambat serta berkomunikasi dengan jujur, tulus, dan enak. Ini dilakukan
dengan dua cara : pertama,menciptakan suasana saling
percaya dan saling berkehendak baik. Kedua, menjelaskan
maksud dan tujuan wawancara.
Tengah Wawancara
Tengah wawancara merupakan tubuh
wawancara dan merupakan bagian pokok dari wawancara, memakan sebagian besar
waktu, dan pewawancara serta pihak yang diwawancarai saling berkontak dan
berbicara paling intensif, saling bertanya, menjawab, saling berbicara dan
saling menanggapi. Singkatnya, pewawancara dan pihak yang diwawancarai
sungguh-sunggug "get down to the business" dengan
maksud dan lingkup wawancara yang sudah disepakati.
Akhir Wawancara
Akhir wawancara merupakan kesimpulan
penutup wawancara. Pada akhir wawancara, sesudah wawancara dirasa cukup dan
berhasil diringkas isi-isinya pokoknya, diterangkan apa yang akan dilakukan
dengan hasil wawancara itu, dan tidak lanjut apa yang akan dilakukan oleh
pewawancara dan apa yang diharapkan dari pihak yang diwawancarai.
2.2. Elemen Penting Wawancara
Berikut
ini adalah elemen-elemen penting wawancara :
2.1.1. Interaktif
} Wawancara
adalah interaktif, karena adanya pertukaran atau pembagian, sebuah peran,
tanggung jawab, perasaan, kepercayaan, motif, dan informasi. Jika seseorang
berbicara terus menerus dan orang lain mendengarkan, maka hal tersebut adalah
sebuah pidato, bukan wawancara. Dibutuhkan dua pihak untuk
menjadikan wawancara sukses.
} Wawancara
tidak akan berjalan baik jika salah satu pihak tidak menghargai usaha pihak
lain, ex pelamar kerja yg menulis CV dgn jujur dan perekrut yg menyiapkan
pertanyaan mendalam.
2.1.2. Proses
Proses adalah interaksi beragam
variable yang dinamis, terus-menerus, dalam tingkatan sistem atau struktur.
Dalam berinteraksi, semua pihak memberikan energi yang berkeinginan untuk
mencapai sebuah tujuan. Interaksi komunikasi tidak bersifat statis. Walaupun
wawancara bersifat unik, masing2 melibatkan sebuah interaksi persepsi melalui
pesan verbal dan non verbal, tingkat kepuasan, umpan balik, pemahaman,
motivasi, harapan dan asumsi.
2.1.3. Wawancara dan bukan
wawancara
} Wawancara adalah sebuah proses dua
pihak (dyadic), yaitu pihak yang diwawancarai /responden dan pihak pewawancara.
} Jika ada lebih dari dua pihak yang terlibat,
maka itu disebut interaksi kelompok kecil bukan wawancara.
} Jumlahnya bisa lebih dari 2 orang,
ex dua orang personalia mewawancarai pelamar kerja
● Contoh yang Mana Wawancara dan bukan Wawancara?
} Seorang dosen pembimbing berdiskusi
kemungkinan penjadwalan dengan siswanya.
} Seorang mahasiswa bertemu dengan
dokter dan suster untuk mengetahui kapan ia dapat kembali bergabung latihan
dengan kelompok senamnya.
} Profesor menanyakan pertanyaan
tentang tugas studi dan prakteknya dalam desain perangkat komputer.
} Seorang mahasiswa berbicara di
telepon dengan alumnus kampusnya tentang kontribusi dana untuk dana beasiswa
BAB III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Wawancara
adalah suatu upaya yang dilakukan seseorang atau suatu pihak untuk mendapatkan
keterangan atau pendapat mengenai suatu hal yang diperlukannya untuk tujuan
tertentu dari seseorang atau pihak lain dengan cara tanya jawab. Orang yang
mewawancarai disebut pewawancara dan yang diwawancarai disebut pemberi
wawancara atau disebut juga responden. Dalam Wawancara terdapat elemen-elemen
penting yaitu Interaktif, proses, wawancara dan bukan wawancara.
DAFTAR
PUSTAKA
Steinar,
K. (1996). Interviews an introduction to qualitative research interviewing.
Sage Publications
Tidak ada komentar:
Posting Komentar