Sabtu, 21 Januari 2017


ELEMEN PENTING WAWANCARA

MAKALAH INI DIAJUKAN UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH WAWANCARA
DOSEN :






Image result for logo fikom unsubDodi Angga Nugraha, S.Sos., M.Si













Disusun oleh :
Nama: 1. Indah Aulia M _ E1A.15.0703
                 2. Gilang Ramadhan_E1A.14.0559



                                 
FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI
UNIVERSITAS SUBANG
2016


KATA PENGANTAR


Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas limpahan berkatnya saya dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Elemen Penting Wawancara” dapat diselesaikan dengan baik dan lancar. Shalawat senantiasa kita haturkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW yang telah membawa manusia dari zaman jahiliyyah ke zaman islamiyah.

Tujuan penulisan makalah ini untuk menyelesaikan Tugas mata kuliah Wawancara yang diberikan Dosen Pembimbing. Selain itu juga untuk meningkatkan pemahaman saya terhadap materi Wawancara. Saya telah berusaha sesuai dengan kemampuan, namun saya yakin bahwa manusia itu tidak ada yang sempurna. Seandainya dalam penulisan makalah ini ada yang kurang, maka itulah bagian dari kelemahan saya. Mudah-mudahan melalui kelemahan itu yang akan membawa kesadaran kami akan kebesaran Tuhan Yang Maha Esa. Oleh sebab itu, kritik dan saran yang konstruktif sangat diharapkan dari pembaca. Dan berharap semoga makalah ini dapat bermanfa’at. Amin.






Subang,15 Oktober 2016


penyusun

DAFTAR ISI

                                                                                                                                       halaman
KATA PENGANTAR...................................................................................................... i
DAFTAR ISI..................................................................................................................... ii
BAB I. PENDAHULUAN
     1.1 Latar Belakang ........................................................................................................  1
     1.2 Rumusan Masalah.................................................................................................... 2
     1.3 Tujuan...................................................................................................................... 2
BAB II. PEMBAHASAN
     2.1 Pengertian dan Tujuan Wawancara......................................................................... ..3
     2.2 Elemen Penting Wawancara......................................................................................3
     2.1.1 Interaktif.........................................................................................................3
     2.1.2 Proses............................................................................................................ 3
     2.1.3 Wawancara dan bukan wawancara................................................................. 4

BAB III. PENUTUP
     3.1 Kesimpulan.............................................................................................................. 6
DAFTAR PUSTAKA



BAB I
PENDAHULUAN


1.1. Latar Belakang
Wawancara menurut Nazir (1988) adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka antara si penanya atau pewawancara dengan si penjawab atau responden dengan menggunakan alat yang dinamakan interview guide (panduan wawancara).
Walaupun wawancara adalah proses percakapan yang berbentuk tanya jawab dengan tatap muka, wawancara adalah suatu proses pengumpulan data untuk suatu penelitian. Beberapa hal dapat membedakan wawancara dengan percakapan sehari-hari adalah antara lain:
• Pewawancara dan responden biasanya belum saling kenal-mengenal sebelumnya.
• Responden selalu menjawab pertanyaan.
• Pewawancara selalu bertanya.
• Pewawancara tidak menjuruskan pertanyaan kepada suatu jawaban, tetapi harus selalu bersifat netral.
• Pertanyaan yang ditanyakan mengikuti panduan yang telah dibuat sebelumnya. Pertanyaan panduan ini dinamakan interview guide.
Wawancara merupakan metode pengumpulan data dengan jalan tanya jawab sepihak yang dilakukan secara sistematis dan berlandaskan kepada tujuan penelitian (Lerbin,1992 dalam Hadi, 2007). Tanya jawab ‘sepihak’ berarti bahwa pengumpul data yang aktif bertanya, sermentara pihak yang ditanya aktif memberikan jawaban atau tanggapan. Dari definisi itu, kita juga dapat mengetahui bahwa Tanya jawab dilakukan secara sistematis, telah terencana, dan mengacu pada tujuan penelitian yang dilakukan.



1.2. Rumusan Masalah:
1. Apa yang dimaksud interaktif dalam wawancara ?
2. Apa yang dimaksud proses dalam wawancara?
3. Apa yang dimaksud wawancara dan bukan wawancara

1.3.  Tujuan
1. Mengetahui dan memahami interaktif dalam wawancara ?
2. Mengetahui dan memahami proses dalam wawancara?
3. Mengetahui dan memahami wawancara dan bukan wawancara
 




















BAB II
PEMBAHASAN

ELEMEN PENTING WAWANCARA

2.1. Pengertian dan Tujuan Wawancara
Dalam KBBI disebutkan bahwa wawancara adalah tanya jawab dengan seseorang yang diperlukan untuk dimintai keterangan atau pendapatnya mengenai suatu hal.
Menurut Charles Stewart dan W.B Cash, wawancara adalah sebuah proses komunikasi berpasangan dengan tujuan yang serius dan telah ditetapkan sebelumnya yang dirancang untuk bertukar perilaku dan melibatkan tanya jawab.
Tujuan dari wawancara adalah untuk mendapatkan informasi dimana pewawancara mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk dijawab oleh orang yang diwawancarai.
Wawancara merupakan salah satu bentuk komunikasi interpersonal. Wawancara merupakan istilah terjemahan dari bahasa Inggris: interview. Kata ini sendiri berawal dari bahasa Prancis :entrevoirEntre berarti antar atau diantara, saling, bersama-samaVoir berarti melihat, mengetahui, mengerti. Maka, secara harafiah wawancara atau interview berarti saling melihat bersama, atau bertemu untuk melihat bersama-sama.
Struktur Wawancara
Wawancara mempunyai struktur, yaitu awal (opening, beginning), tengah (middle, body), dan penutup (end, closing) serta tindak lanjut (follow-up) wawancara.
Awal Wawancara
Awal wawancara merupakan permulaan wawancara dan merupakan orientasi tentang apa yang akan dibicarakan, dilakukan, dan terjadi dalam wawancara. Awal wawancara digunakan untuk menciptakan hubungan baik antara pewawancara dan pihak yang diwawancarai, dan membuat keduanya yang terlibat dalam wawancara dapat menjadi bebas, leluasa, dan tidak terhambat serta berkomunikasi dengan jujur, tulus, dan enak. Ini dilakukan dengan dua cara : pertama,menciptakan suasana saling percaya dan saling berkehendak baik. Kedua, menjelaskan maksud dan tujuan wawancara.
Tengah Wawancara
Tengah wawancara merupakan tubuh wawancara dan merupakan bagian pokok dari wawancara, memakan sebagian besar waktu, dan pewawancara serta pihak yang diwawancarai saling berkontak dan berbicara paling intensif, saling bertanya, menjawab, saling berbicara dan saling menanggapi. Singkatnya, pewawancara dan pihak yang diwawancarai sungguh-sunggug "get down to the business" dengan maksud dan lingkup wawancara yang sudah disepakati.
Akhir Wawancara
Akhir wawancara merupakan kesimpulan penutup wawancara. Pada akhir wawancara, sesudah wawancara dirasa cukup dan berhasil diringkas isi-isinya pokoknya, diterangkan apa yang akan dilakukan dengan hasil wawancara itu, dan tidak lanjut apa yang akan dilakukan oleh pewawancara dan apa yang diharapkan dari pihak yang diwawancarai.
2.2.  Elemen Penting Wawancara
Berikut ini adalah elemen-elemen penting wawancara :
2.1.1. Interaktif
}  Wawancara adalah interaktif, karena adanya pertukaran atau pembagian, sebuah peran, tanggung jawab, perasaan, kepercayaan, motif, dan informasi. Jika seseorang berbicara terus menerus dan orang lain mendengarkan, maka hal tersebut adalah sebuah pidato, bukan wawancara. Dibutuhkan dua pihak untuk menjadikan wawancara sukses.
}  Wawancara tidak akan berjalan baik jika salah satu pihak tidak menghargai usaha pihak lain, ex pelamar kerja yg menulis CV dgn jujur dan perekrut yg menyiapkan pertanyaan mendalam.
2.1.2. Proses
Proses adalah interaksi beragam variable yang dinamis, terus-menerus, dalam tingkatan sistem atau struktur. Dalam berinteraksi, semua pihak memberikan energi yang berkeinginan untuk mencapai sebuah tujuan. Interaksi komunikasi tidak bersifat statis. Walaupun wawancara bersifat unik, masing2 melibatkan sebuah interaksi persepsi melalui pesan verbal dan non verbal, tingkat kepuasan, umpan balik, pemahaman, motivasi, harapan dan asumsi.
2.1.3. Wawancara dan bukan wawancara
}  Wawancara adalah sebuah proses dua pihak (dyadic), yaitu pihak yang diwawancarai /responden dan pihak pewawancara.
}   Jika ada lebih dari dua pihak yang terlibat, maka itu disebut interaksi kelompok kecil bukan wawancara.
}  Jumlahnya bisa lebih dari 2 orang, ex dua orang personalia mewawancarai pelamar kerja

● Contoh yang Mana Wawancara dan bukan Wawancara?

}  Seorang dosen pembimbing berdiskusi kemungkinan penjadwalan dengan siswanya.
}  Seorang mahasiswa bertemu dengan dokter dan suster untuk mengetahui kapan ia dapat kembali bergabung latihan dengan kelompok senamnya.
}  Profesor menanyakan pertanyaan tentang tugas studi dan prakteknya dalam desain perangkat komputer.
}  Seorang mahasiswa berbicara di telepon dengan alumnus kampusnya tentang kontribusi dana untuk dana beasiswa


















BAB III
PENUTUP


3.1 Kesimpulan
Wawancara adalah suatu upaya yang dilakukan seseorang atau suatu pihak untuk mendapatkan keterangan atau pendapat mengenai suatu hal yang diperlukannya untuk tujuan tertentu dari seseorang atau pihak lain dengan cara tanya jawab. Orang yang mewawancarai disebut pewawancara dan yang diwawancarai disebut pemberi wawancara atau disebut juga responden. Dalam Wawancara terdapat elemen-elemen penting yaitu Interaktif, proses, wawancara dan bukan wawancara.


















DAFTAR PUSTAKA

Steinar, K. (1996). Interviews an introduction to qualitative research interviewing. Sage Publications














Tidak ada komentar:

Posting Komentar