MAKALAH
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
DI
AJUKAN UNTUK MEMENUHI TUGAS UAS MATA KULIAH SISTEM INIFORMASI MANAJEMEN
Oleh:
Gilang Ramadhan
NPM : E1A. 06.0016
PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI
FAKULTAS ILMU KOMUNIMASI
UNIVERSITAS SUBANG
SUBANG
2017
KATA PENGANTAR
Segala
puji bagi Allah Tuhan semesta alam,atas segala rahmat dan karunianya saya dapat
menyelesaikan makalah tentang “system
informasi manajemen” shalawat serta salam semoga senantiasa tetap tercuraha
kepada junjungan kita nabi,pemabawa risalah kebenaran yaitu Muhammad SAW.
Tujuan penulisan makalah ini untuk menyelesaikan Tugas
UAS mata kuliah Sistem Informasi Manajemen
yang diberikan Dosen Pembimbing. Selain itu juga untuk meningkatkan
pemahaman saya terhadap materi Sistem
Informasi Manajemen. Saya telah berusaha sesuai
dengan kemampuan, namun saya yakin bahwa manusia itu tidak ada yang sempurna.
Seandainya dalam penulisan makalah ini ada yang kurang, maka itulah bagian dari
kelemahan saya. Mudah-mudahan melalui kelemahan itu yang akan membawa kesadaran
saya akan kebesaran Tuhan Yang Maha Esa. Oleh sebab itu, kritik dan
saran yang konstruktif sangat diharapkan dari pembaca. Dan berharap semoga makalah
ini dapat bermanfa’at. Amin
Subang,20
Januari 2017
Gilang Ramadhan
DAFTAR ISI
halaman
KATA PENGANTAR....................................................................................................... i
DAFTAR ISI...................................................................................................................... ii
BAB I. PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang .........................................................................................................1
1.2 Rumusan
Masalah.....................................................................................................
2
1.3 Tujuan........................................................................................................................2
2.1 Pengertian
Sistem dan SIM.......................................................................................
3
2.2 Karakteristik
Sistem..................................................................................................6
2.1.1 Sistem
Informasi..............................................................................................
7
2.1.2 Perkembangan
Konsep SIM............................................................................ 7
2.1.3 Kerangka
Kerja SIM........................................................................................9
2.3 Jenis-Jenis Sistem Informasi.......................................................................................... 10
2.3.1 Sistem Pendukung Operasi...............................................................................10
2.3.2 Sistem Pendudukung Manajemen.................................................................... 10
2.3.3 Klasifikasi Lainnya Sistem Informasi.............................................................. 10
2.4 Fungsi Sistem Informasi................................................................................................ 11
2.4.1 Unsur-unsur SIM............................................................................................ 15
2.4.2 Sistem Informasi Untuk Manajer...................................................................... 16
2.4.3 Kemampuan Sistem Informasi Mananjemen.................................................... 16
2.5 System informasi manajemen Retail............................................................................. 17
BAB III. PENUTUP
3 Kesimpulan.................................................................................................................. 24
DAFTAR PUSTAKA
Bab 1
Pendahuluan
1.
Latar belakang
Sistem
adalah satu kesatuan komponen yang saling terhubung dengan batasan yang jelas
bekerja bersama-sama untuk mencapai seperangkat tujuan. Sistem informasi adalah
kombinasi dari people, hardware, software, jaringan komunikasi, sumber-sumber
data, prosedur dan kebijakan yang terorganisasi dengan baik yang dapat
menyimpan, mengadakan lagi, menyimpan, dan menyebarluaskan informasi dalam
suatu organisasi. Orang bergantung pada sistem informasi untuk berkomunikasi
antara satu sama lain dengan menggunakan berbagai jenis alat fisik (hardware),
perintah dan prosedur pemrosesan informasi (software), saluran komunikasi
(jaringan) dan data yang disimpan (sumber daya data). Seiring dengan
perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, sistem informasi memberikan
peran yang sangat penting dalam dunia bisnis sehingga seringkali orang
menggunakan keunggulan sistem informasi yang ia gunakan sebagai kunci strategi
bisnis.
Informasi dapat diibaratkan sebagai darah
yang mengalir di dalam tubuh manusia, seperti halnya informasi di dalam sebuah
perusahaan yang sangat penting untuk mendukung kelangsungan perkembangannya,
sehingga terdapat alasan bahwa informasi sangat dibutuhkan bagi sebuah
perusahaan. Akibat bila kurang mendapatkan informasi, dalam waktu tertentu
perusahaan akan mengalami ketidakmampuan mengontrol sumber daya, sehingga dalam
mengambil keputusan-keputusan strategis sangat terganggu, yang pada akhirnya
akan mengalami kekalahan dalam bersaing dengan lingkungan pesaingnya. Disamping
itu, sistem informasi yang dimiliki seringkali tidak dapat bekerja dengan baik.
Masalah utamanya adalah bahwa sistem informasi tersebut terlalu banyak
informasi yang tidak bermanfaat atau berarti (sistem terlalu banyak data).
Memahami konsep dasar informasi adalah sangat penting (vital) dalam mendesain
sebuah sistem informasi yang efektif (effective business system). Menyiapkan
langkah atau metode dalam menyediakan informasi yang berkualitas adalah tujuan
dalam mendesain sistem baru.
Sebuah perusahaan mengadakan transaksi-transaksi yang harus diolah agar
bisa menjalankan kegiatannya sehari-hari. Daftar gaji harus disiapkan,
penjualan dan pembayaran atas perkiraan harus dibutuhkan: semua ini dan hal-hal
lainnya adalah kegiatan pengolahan data dan harus dianggap bersifat pekerjaan
juru tulis yang mengikuti suatu prosedur standar tertentu. Komputer bermanfaat
utnuk tugas-tugas pengolahan data semacam ini, tetapi sebuah sistem informasi
menajemen melkasanakan pula tugas-tugas lain dan lebih dari sekedar sistem
pengolahan data. Adalah sistem pengolahan informasi yang menerapkan kemampuan
komputer untuk menyajikan informasi bagi manajemen dan bagi pengambilan
keputusan
1.2 Rumusan
Masalah
1.Apa
yang di maksud dengan Sistem?
2.
Apa yang di maksud SIM?
3
Fungsi Sistem Informasi Manajemen?
4.Bagaiamana
system informasi manajemen Retail?
1.3 Tujuan
1.Apa
yang di maksud dengan Sistem
2.
Apa yang di maksud SIM
3
Fungsi Sistem Informasi Manajemen
4.
Bagaiamana system informasi manajemen Retail
Tujuan
dari penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui peranan sistem informasi
manajemen dalam sebuah perusahaan.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
Pengertian Sistem dan Sistem Informasi Manajemen
Sistem
adalah seperangkat komponen yang saling berhubungan dan saling bekerja sama
untuk mencapai beberapa tujuan. Sistem informasi adalah kumpulan hardware dan
software komputer, prosedur, dokumentasi, formulir dan orang yang bertanggung
jawab untuk memperoleh, menggerakkan, manajemen, distribusi data dan informasi.
Proses ini yang harus diikuti dalam pengembangan suatu sistem yang baik disebut
system analysis and design (SA&D). Proses SA & D ini didasarkan pada
pendekatan sistem untuk mengatasi suatu masalah yang disebabkan oleh beberapa
prinsip dasar sebagai berikut :
1. Seorang manajer harus tahu apa (what)
yang dilakukan oleh suatu sistem sebelum membuat spesifikasi bagaimana (how)
suatu sistem bekerja.
2. Memilih cakupan yang tepat atas
keadaan atas keadaan yang dianalisa akan berpengaruh terhadap masalah apa yang
bisa diatasi dan yang tidak.
3. Suatu masalah (atau sistem) sebenarnya
terdiri dari beberapa masalah, sehingga strategi yang tepat adalah mengurutkan
masalah yang besar kemasalah yang kecil.
4. Pemecahan suatu masalah antara satu
bagian dengan bagian yang lain mengkin sekali berbeda, sehingga pemecahan
altenatif yang menunjukan perspektif yang berbeda hendaknya dibuat dan
diperbandingkan sebelum hasil akhir dipilih.
5. Masalah dan pemahamannya berubah
ketika dilakukan analisa, sehingga seorang manajer harus mengambil pendekatan
bertahap terhadap pemecahan masalah. Hal ini memungkinkan komitmen yang terus
bertambah terhadap pemecahan masalah tertentu, dimana keputusannya adalah
berlanjut atau tidak ketahap berikutnya.
Penegrtian
Sistem Informasi Manajemen
Sistem
informasi Manajemen adalah serangkaian sub sistem informasi yang menyeluruh dan
terkoordinasi dan secara rasional terpadu yang mampu mentransformasi data
sehingga menjadi informasi lewat serangkaian cara guna meningkatkan
produktivitas yang sesuai dengan gaya dan sifat manajer atas dasar kriteria
mutu yang telah ditetapkan.
Dengan
kata lain SIM adalah sebagai suatu sistem berbasis komputer yang menyediakan
informasi bagi beberapa pemakai dengan kebutuhan yang sama. Para pemakai
biasanya membentuk suatu entitas organisasi formal, perusahaan atau sub unit
dibawahnya. Informasi menjelaskan perusahaan atau salah satu sistem utamanya
mengenai apa yang terjadi di masa lalu, apa yang terjadi sekarang dan apa yang
mungkin terjadi di masa yang akan datang. Informasi tersebut tersedia dalam
bentuk laporan periodik, laporan khusus dan ouput dari model matematika. Output
informasi digunakan oleh manajer maupun non manajer dalam perusahaan saat
mereka membuat keputusan untuk memecahkan masalah.
Perancangan,
penerapan dan pengoperasian SIM adalah mahal dan sulit. Upaya ini dan biaya
yang diperlukan harus ditimbang-timbang. Ada beberapa faktor yang membuat SIM
menjadi semakin diperlukan, antara lain bahwa manajer harus berhadapan dengan
lingkungan bisnis yang semakin rumit. Salah satu alasan dari kerumitan ini
adalah semakin meningkatnya dengan muncunya peraturan dari pemerintah.
Lingkungan
bisnis bukan hanya rumit tetapi juga dinamis. Oleh sebab itu manajer harus
membuat keputusan dengan cepat terutama dengan munculnya masalah manajemen
dengan munculnya pemecahan yang memadai.
Pengembangan
SIM canggih berbasis komputer memerlukan sejumlah orang yang berketrampilan
tinggi dan berpengalaman lama dan memerlukan partisipasi dari para manajer
organisasi. Banyak organisasi yang gagal membangun SIM karena kurang organisasi
yang wajar, kurangnya perencanaan yang memadai, kurang personil yang handal,
kurangnya partisipasi manajemen dalam bentuk keikutsertaan para manajer dalam
merancang sistem, mengendalikan upaya pengembangan sistem dan memotivasi
seluruh personil yang terlibat.
Organisasi
harus menyadari apabila mereka cukup realistis dalam keinginan mereka, cermat
dalam merancang dan menerapkan SIM agar sesuai keinginan serta wajar dalam
menentukan batas biaya dari titik manfaat yang akan diperoleh, maka SIM yang
dihasilkan akan memberikan keuntungan dan uang.
Tujuan
sistem informasi manajemen adalah memenuhi kebutuhan informasi umum semua
manajer dalam perusahaan atau dalam subunit organisasional perusahaan. SIM
menyediakan informasi bagi pemakai dalam bentuk laporan dan output dari berbagai
simulasi model matematika.
Ada beberapa defenisi dari sistem informasi manajemen ( SIM )
menurut para ahli, di antaranya :
1) SIM adalah pengembagan dan penggunaan
sistem-sistem informasi yang efektif dalam organisasi-organisasi (Kroenke,
David, 1989)
2) SIM didefinisikan sebagai suatu sistem berbasis
komputer yang menyediakan informasi bagi beberapa pemakai yang mempunyai
kebutuhan yang serupa. Informasi menjelaskan perusahaan atau salah satu sistem
utamanya mengenai apa yang telah terjadi di masa lalu, apa yang sedang terjadi
sekarang dan apa yang mungkin terjadi di masa depan. Informasi tersebut
tersedia dalam bentuk laporan periodik, laporan khusus dan output dari simulasi
matematika. Informasi digunakan oleh pengelola maupun staf lainnya pada saat
mereka membuat keputusan untuk memecahkan masalah (Mc. Leod, 1995)
3) SIM merupakan metode formal yang menyediakan
informasi yag akurat dan tepat waktu kepada manajemen untuk mempermudah proses
pengambilan keputusan dan membuat organisasi dapat melakukan fungsi perencanaan
, operasi secara efektif dan pengendalian (Stoner, 1996)
Dari definisi-definisi di atas, dapat ditarik kesimpulan, bahwa
SIM adalah suatu sistem yang dirancang untuk menyediakan informasi guna
mendukung pengambilan keputusan pada kegiatan manajemen dalam suatu organisasi.
a) Konsep dasar
sistem
Suatu sistem pada dasarnya adalah sekolompok unsur yang erat
hubungannya satu dengan yang lain, yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai
tujuan tertentu.Secara sederhana, suatu sistem dapat diartikan sebagai suatu
kumpulan atau himpunan dari unsur, komponen, atau variabel yang terorganisir,
saling berinteraksi, saling tergantung satu sama lain, dan terpadu. Dari
defenisi ini dapat dirinci lebih lanjut pengertian sistem secara umu, yaitu :
1) Setiap sistem terdiri dari unsur-unsur
2) Unsur-unsur tersebut merupakan bagian terpadu
sistem yang bersangkutan.
3) Unsur sistem tersebut bekerja sama untuk mencapai
tujuan sistem.
4) Suatu sistem merupakan bagian dari sistem lain
yang lebih besar.
b) Konsep
dasar informasi
Secara umum informasi dapat didefinisikan sebagai hasil dari
pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi
penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian yang nyata yang
digunakan untuk pengambilan keputusan. Informasi merupakan data yang telah
diklasifikasikan atau diolah atau diinterpretasi untuk digunakan dalam proses
pengabilan keputusan.
c) Konsep
dasar sistem informasi
Sistem informasi adalah suatu sistem dalam suatu
organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang
mendukung fungsi operasi organisasi yang bersifat manajerial dengan kegiatan
strategi dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar
tertentu dengan informasi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan. Sistem
informasi dalam suatu organisasi dapat dikatakan sebagai suatu sistem yang
menyediakan informasi bagi semua tingkatan dalam organisasi tersebut kapan saja diperlukan. Sistem ini menyimpan, mengambil, mengubah, mengolah dan mengkomunikasikan informasi yang diterima dengan menggunakan sistem informasi atau peralatan sistem lainnya
menyediakan informasi bagi semua tingkatan dalam organisasi tersebut kapan saja diperlukan. Sistem ini menyimpan, mengambil, mengubah, mengolah dan mengkomunikasikan informasi yang diterima dengan menggunakan sistem informasi atau peralatan sistem lainnya
2.2
Karakteristik Sistem
Untuk
memahami atau mengembangkan suatu sistem, kita perlu membedakan unsur-unsur
dari sistem yang membentuknya. Berikut ini karakteristik sistem yang dapat
membedakan suatu sistem dengan sistem lainnya :
1. Batasan (Boundary) : Penggambaran dari suatu elemen/unsur
mana yang termasuk di dalam sistem dengan sistem lainnya.
2. Lingkungan (Environtment) : Segala sesuatu diluar sistem;
lingkungan menyediakan asumsi, kendala, dan input terhadap suatu sistem.
3. Masukan (Input) : Sumberdaya (data, bahan baku,
peralatan, energi) dari lingkungan yang dikonsumsikan dan dimaipulasi oleh
suatu sistem.
4. Keluaran (Output) : Sumberdaya atau produk
(informasi, laporan, dokumen, tampilan dilayar komputer, barang jadi) yang
disediakan untuk lingkungan sistem oleh kegiatan suatu sistem.
5. Komponen (Components) : Kegiatan-kegiatan atau proses dalam
suatu sistem yang mentransformasikan input menjadi bentuk setengah jadi ataupun
output. Komponen ini bisa subsistem dari sebuah sistem.
6. Interface : Tempat dimana komponen atau
sistem dan lingkungannya bertemu atau berinteraksi.
7. Penyimpanan (Stroge) : Area yang dikuasai dan digunakan
untuk penyimpanan sementara dan tetap dari informasi, energi, bahan baku, dan
sebagainya. Penyimpanan merupakan suatu media penyangga diantara komponen
sistem yang memungkinkan komponen tersebut bekerja dengan berbagai tingkatan
yang ada dan memungkinkan komponen yang berbeda dari berbagai data yang sama.
2.2.1
Sistem Informasi
Sistem
informasi dapat merupakan kombinasi teratur apapun dari orang-orang, hardware,
software, jaringan komunikasi, dan sumber daya data yang mengumpulkan,
mengubah, dan menyebarkan informasi dalam sebuah organisasi. Orang bergantung
pada sistem informasi untuk berkomunikasi antara satu sama lain dengan
menggunakan berbagai jenis alat fisik (hardware),
perintah dan prosedur pemrosesan informasi (software),
saluran komunikasi (jaringan),
dan data yang disimpan(sumber daya
data) sejak permulaan
peradaban.
Para
praktisi bisnis bergantung pada banyak jenis sistem informasi yang menggunakan
berbagai teknologi informasi. Contohnya,
beberapa sistem informasi menggunakan alat hardware petunjuk sederhana (kertas
dan pensil) dan saluran informasi informal (mulut ke mulut).
2.1.2 Perkembanagan
Konsep Sistem Informasi Manajemen
Usaha
awal untuk menerapkan komputer dalam area bisnis terfokus pada data. Kemudian
penekanan pada informasi dan pendukung keputusan. Sekarang, komunikasi dan
konsultasi mendapat perhatian yang paling besar.
1) Fokus
Awal pada Data
Selama
paruh pertama abad dua puluh, saat punched card dan keydriven bookkeeping
machines berada dalam masa jayanya, perusahaan-perusahaan umumnya mengabaikan
kebutuhan informasi para manajer. Praktek ini diteruskan dengan komputer
generasi pertama yang terbatas untuk aplikasi akuntansi. Nama untuk aplikasi
akuntansi berbasis komputer adalah pengolahan data elektronik (electronic data
processing=EDP). Istilah EDP tidak lagi populer dan telah disingkat menjadi
data processing (DP). Kita menggunakan istilah Sistem Informasi Akuntansi (SIA)
atau Accounting Information System untuk menggambarkan sistem yang memproses
aplikasi aplikasi pengolahan data perusahaan. SIA menghasilkan beberapa
informasi sebagai produk sampingan dari proses akuntansi
2) Fokus
Baru pada Informasi
Tahun
1964 diperkenalkan alat penghitung generasi komputer. Komputer baru ini
menggunakan sirkuit silikon sehingga daya proses lebih besar. Konsep enggunaan
komputer sebagai SIM dipromosikan oleh pembuat komputer untuk mendukung
peralatan baru tersebut. Konsep SIM menyadari bahwa aplikasi komputer harus
diterapkan untuk tujuan utama menghasilkan informasi manajemen. Konsep ini
banyak diterima perusahaan besar. Perkembangannya tidak mulus, karena: (1)
kurangnya pengetahuan tentang komputer, (2) kurangnya pengetahuan tentang
bisnis dan keawaman spesialis informasi mengenai peran manajemen, (3) peralatan
komputer mahal dan terbatas, dan lain-lain. Kesalahan secara khusus adalah
sistem tersebut terlalu ambisius.
3) Fokus
Revisi pada Pendukung Keputusan
Sementara
banyak orang hanya mengamati dari pinggir saat perusahaan-perusahaan berjuang
dengan SIM raksasa mereka, sejumlah ilmuwan informasi di Massachusetts
Institute of Technology (MIT) memformulasikan pendekatan yang berbeda. Ilmuwan
ini adalah Michael S. Scott Morton, G. Anthony Gorry, dan Peter G.W. Keen dan
konsep mereka disebut Sistem Pendukung Keputusan (Decision Support System =
DSS). Pada tahun-tahun awal era DSS, terdapat banyak argumen mengenai DSS dan
SIM. Apakah DSS menawarkan pendekatan baru pada penggunaan komputer dan jika
memang demikian bagaimana?. SIM adalah suatu sumberdaya organisasional. SIM
dimaksudkan untuk menyediakan informasi pemecahan masalah bagi sekelompok
manajer secara umum, sedangkan DSS dimaksudkan untuk mendukung satu orang
manajer secara khusus.
4) Fokus
Sekarang pada Komunikasi
Pada
saat DSS berkembang, perhatian juga difokuskan pada aplikasi komputer yang
lain: otomatisasi kantor (office automation = OA). OA memudahkan komunikasi dan
meningkatkan produktivitas diantara para manajer dan pekerja kantor melalui
penggunaan alat-alat elektronik.
OA dimulai pada tahun 1964 saat IBM mengumumkan produknya, Magnetic Tape/Selectric Typewriter (MT/ST), yaitu mesin tik yang dapat mentik kata-kata yang telah direkam dalam pita magnetik. Operasi pentikan ini mengarah pada aplikasi OA yang disebut pengolahan kata (word processing). OA berkembang meliputi aplikasi: konferensi jarak jauh (teleconferencing), voice mail, surat elektronik (electronic mail), electronic calendaring, facsimile transmission, dan desktop publishing
OA dimulai pada tahun 1964 saat IBM mengumumkan produknya, Magnetic Tape/Selectric Typewriter (MT/ST), yaitu mesin tik yang dapat mentik kata-kata yang telah direkam dalam pita magnetik. Operasi pentikan ini mengarah pada aplikasi OA yang disebut pengolahan kata (word processing). OA berkembang meliputi aplikasi: konferensi jarak jauh (teleconferencing), voice mail, surat elektronik (electronic mail), electronic calendaring, facsimile transmission, dan desktop publishing
5) Fokus
Potensial pada Konsultasi
Perkembangan
saat ini adalah penerapan kecerdasan buatan (artificial intelligence = AI),
bagi masalah-masalah bisnis. Ide dasar AI adalah bahwa komputer dapat diprogram
untuk melaksanakan sebagian penalaran logis yang sama seperti manusia.
2.1.3 Kerangka Kerja Sistem
Informasi
Bidang
sistem informasi melintasi banyak teknologi kompleks, konsep keperilakuan yang
abstrak, dan aplikasi khusus dalam bidang-bidang bisnis serta nonbisnis yang
tidak terhitung jumlahnya. Sebagai seorang manajer atau praktisi bisnis, Anda
tidak harus menyerap semua pengetahuan ini. Pada gambar di bawah akan
diperlihatkan kerangka kerja konseptual yang berguna untuk mengatur pengetahuan
yang disajikan dalam bacaan ini dan memberi garis besar tentang hal-hal yang
perlu Anda ketahui mengenai sistem informasi.
Dari
gambar kerangka kerja di atas ditekankan bahwa Anda harus memusatkan usaha Anda
dalam lima area pengetahuan Sistem Informasi berikut ini.
1) Konsep-konsep Dasar. Konsep dasar keperilakuan, teknis,
bisnis dan manajerial termasuk mengenai berbagai komponen dan peran sistem
informasi. Contohnya meliputi konsep sistem informasi dasar yang berasal adari
teori sistem umum, atau konsep keunggulan kompetitif yang digunakan untuk
mengembangkan aplikasi bisnis teknologi informasi dalam keunggulan kompetitif.
2) Teknologi Informasi. Konsep-konsep utama, pengembangan,
dan berbagai isu manajemen teknologi informasi—yaitu meliputi hardware,
software, jaringan, manajemen data, dan banyak teknologi berbasis Internet.
3) Aplikasi Bisnis. Penggunaan utama dari sistem
informasi untuk operasi, manajemen, dan keunggulan kompetitif bisnis
4) Proses Pengembangan. Bagaimana para praktisi bisnis dan
pakar informasi merencanakan, mengembangkan, dan mengimplementasikan sistem
informasi untuk memenuhi peluang bisnis.
5) Tantangan Manajemen. Tantangan untuk secara efektif dan
etis mengelola teknologi informasi pada tingkat pemakai akhir, perusahaan, dan
globaldalam bisnis.
2.3
Jenis-jenis Sistem Informasi
Secara
konsep, aplikasi sistem informasi yang diimplementasiakn dalam dunia bisnis
saat ini dapat diklasifikasikan dalam beberapa cara. Contohnya, beberapa jenis sistem
informasi dapat diklasifikasikan sebagai sistem informasi operasi atau
manajemen.
Gambar Klasifikasi Operasi dan Manajemen
Sistem Informasi
2.3.1 Sistem Pendukung Operasi
Sistem
informasi selalu dibutuhkan untuk memproses data yang dihasilkan oleh, dan
digunakan dalam operasi bisnis. Sistem pendukung operasi semacam ini
menghasilkan berbagai produk informasi yang paling dapat digunakan oleh para
manajer. Peran dari sistem pendukung operasi perusahaan bisnis adalah untuk
secara efisien memproses transaksi bisnis, mengendalikan proses industrial,
mendukung komunikasi dan kerjasama perusahaan.
2.3.2 Sistem Pendukung Manajemen
Ketika
aplikasi sistem informasi berfokus pada penyediaan informasi dan dukungan untuk
pengambilan keputusan yang efektif oleh para manajer, aplikasi sistem tersebut
akan disebut sebagai sistem pendukung manajemen. Memberikan informasi dan
dukungan untuk pengambilan keputusan semua jenis manajer serta praktisi bisnis
adalah tugas yang rumit. Berdasarkan konsep, beberapa jenis utama sistem
informasi mendukungberbagai tanggung jawab penganbilan keputusan : (1) sistem
informasi manajemen, (2) sistem pendukung keputusan, dan (3) sistem informai
eksekutif.
2.3.3
Klasifikasi Lainnya Sistem
Informasi
Beberapa
kategori lainnya sistem informasi dapat mendukung baik aplikasi operasi maupun
manajemen, contohnya, sistem
pakar dapat memberi saran
pakar untuk tugas-tugas dasar operasi seperti diagnosa perlengkapan, atau
keputusan manajerial seperti manajemen portofolio pinjaman. Sistem manajemen pengetahuan adalah sistem informasi berbasis
pengetahuan yang mendukung pembentukan, pengaturan, dan penyebaran pengetahuan
bisnis ke para pegawai dan manajer di seluruh perusahaan. Sistem informasi yang
berfokus pada aplikasi operasi dan manajerial dalam mendukung fungsi bisnis
dasarnya seperti akuntansi dan pemasaran, disebut sebagai sistem bisnis fungsional.
Terakhir, sistem informasi
strategismenerapkan teknologi informasi pada produk, layanan atau proses
bisnis perusahaan, untuk membantunya mendapatkan kelebihan strategis atas para
pesaingnya. Jadi, kebanyakan sistem informasididesain untuk menghasilkan
informasi dan mendukung pengambilan keputusan dalam berbagai tingkat manajemen
dan fungsi bisnis.
2.4 Fungsi Sistem Informasi
Fungsi dari Sistem
Informasi adalah sebagai berikut :
1) Area fungsional utama dari bisnis yang
penting daalm keberhasilan bisnis, seperti fungsi akuntansi, keuangan,
manajemen operasional, pemasaran, dan manajemen sumber daya manusia.
2) Kontributor penting dalam efisiensi
operasional, produktivitas dan moral pegawai, serta layanan dan kepuasan
pelanggan.
3) Sumber utama informasi dan dukungan
yang dibutuhkan untuk menyebarluaskan pengambilan keputusan yang efektif oleh
para manajer dan parktisi bisnis.
4) Bahan yang sangat penting dalam
mengembangkan produk dan jasa yang kompetitif, yang memberikan organisasi
kelebihan startegis dalam pasar global.
5) Peluang berkarier yang dinamis,
memuaskan, serta menantang bagi jutaan pria dan wanita.
6) Komponen penting dari sumber daya,
infrastruktur, and kemampuan perusahaan bisnis yang membentuk jaringan.
Supaya informasi yang dihasilkan oleh
sistem informasi dapat berguna bagi manajamen, maka analis sistem harus
mengetahui kebutuhan-kebutuhan informasi yang dibutuhkannya, yaitu dengan
mengetahui kegiatan-kegiatan untuk masing-masing tingkat (level) manajemen dan
tipe keputusan yang diambilnya. Berdasarkan pada pengertian-pengertian di atas,
maka terlihat bahwa tujuan dibentuknya Sistem Informasi Manajemen atau SIM
adalah supaya organisasi memiliki informasi yang bermanfaat dalam pembuatan
keputusan manajemen, baik yang meyangkut keputusan-keputusan rutin maupun
keputusan-keputusan yang strategis. Sehingga SIM adalah suatu sistem yang
menyediakan kepada pengelola organisasi data maupun informasi yang berkaitan
dengan pelaksanaan tugas-tugas organisasi. Beberapa kegunaan/fungsi sistem
informasi antara lain adalah sebagai berikut:
1) Meningkatkan aksesibilitas data
yang tersaji secara tepat waktu dan akurat bagi para pemakai, tanpa
mengharuskan adanya prantara sistem informasi.
2) Menjamin tersedianya kualitas
dan keterampilan dalam memanfaatkan sistem informasi secara kritis.
3) Mengembangkan proses
perencanaan yang efektif.
4) Mengidentifikasi
kebutuhan-kebutuhan akan keterampilan pendukung sistem informasi.
5) Menetapkan investasi yang akan
diarahkan pada sistem informasi.
6) Mengantisipasi dan memahami
konsekuensi-konsekuensi ekonomis dari sistem informasi dan teknologi baru.
7) Memperbaiki produktivitas dalam
aplikasi pengembangan dan pemeliharaan sistem.
8) Organisasi menggunakan sistem
informasi untuk mengolah transaksi-transaksi, mengurangi biaya dan menghasilkan
pendapatan sebagai salah satu produk atau pelayanan mereka.
Bank menggunakan sistem informasi untuk
mengolah cek-cek nasabah dan membuat berbagai laporan rekening koran dan
transaksi yang terjadi.
Perusahaan menggunakan sistem informasi
untuk mempertahankan persediaan pada tingkat paling rendah agar konsisten
dengan jenis barang yang tersedia.
SIM untuk Pendukung Pengambilan Keputusan
Sebuah sistem keputusan, yaitu model dari sistem dengan mana keputusan diambil,
dapat tertutup atau terbuka. Sebuah sistem keputusan tertutup menganggap bahwa
keputusan dipisah dari masukkan yang tidak diketahui dari lingkungan. Dalam
sistem ini pengambil keputusan dianggap:
a. Mengetahui
semua perangkat alternatif dan semua akibat atau hasilnya masing-masing
b. Memiliki
metode (aturan, hubungan, dan sebagainya) yang memungkinkan dia membuat urutan
kepentingan semua alternatif.
c. Memilih
alternatif yang memaksimalkan sesuatu, misalnya laba, volume penjualan, atau
kegunaan.
Konsep sebuah sistem keputusan tertutup
jelas menganggap orang rasional yang secara logis menguji semua alternatif,
mengurutkan berdasarkan kepentingan hasilnya, dan memilih alternatif yang
membawa kepada hasil yang terbaik/maksimal.
Model kuantitatif pengambilan keputusan
biasanya adalah model sistem keputusan tertutup. Sebuah sistem keputusan
terbuka memandang keputusan sebagai berada dalam suatu lingkungan yang rumit
dan sebagian tak diketahui. Keputusan dipengaruhi oleh lingkungan dan pada
gilirannya proses keputusan kemudian mempengaruhi lingkungan. Pengambilan
keputusan dianggap tidak harus logis dan sepenuhnya rasional, tetapi lebih
banyak memperlihatkan rasionalitas hanya dalam batas yang dikemukakan oleh
latar belakang, pandangan atas alternatif, kemampuan menangani suatu model
keputusan, dan sebagainya.
SIM Berdasarkan Aktivitas/Kegiatan
Manajemen
Kegiatan dan proses informasi untuk tiga
tingkat adalah saling berhubungan. Contohnya pengendalian inventaris pada
tingkatan operasional bergantung pada proses yang tepat dari transaksi; pada
tingkat dari pengendalian manajemen, pembuatan keputusan tentang keamanan
persediaan dan frekuensi memesan lagi bergantung pada pembetulan ringkasan dari
hasil operasi-operasi; pada tingkat strategi, hasil dalam operasi-operasi dan
pengendalian manajemen yang dihubungkan pada tujuan-tujuan strategi, saingan
tindak tanduk dan sebagainya untuk mencapai strategi inventaris. Tampaknya
terdapat kontras tajam antara ciri-ciri informasi untuk perencanaan
pengendalian dan taktis berada di tengahnya.
Sistem Informasi Untuk Pengendalian
Operasional Pengendalian operasional adalah proses pemantapan agar kegiatan
operasional dilaksanakan secara efektif dan efisien. Pengendalian operasional
menggunakan prosedur dan aturan keputusan yang sudah ditentukan lebih dahulu.
Sebagian besar keputusan bisa diprogramkan.
Pendukung pemrosesan untuk pengendalian
operasi terdiri dari :
·
Proses transaksi
·
Proses laporan
·
Proses pemeriksaan
Beberapa contoh di bawah ini menggambarkan
jenis dukungan keputusan yang dapat dibuat dalam sistem pengendalian operasional
:
a) Suatu transaksi
penarikan kembali sediaan menghasilkan suatu dokumen transaksi. Pengolahan
transaksi juga dapat menyelidiki persediaan yang ada, dan memutuskan apakah
suatu pesanan pembelian sediaan harus diadakan.
b) Suatu pemeriksaan
terhadap file pegawai menjelaskan keperluan untuk suatu posisi. Komputer
menyelidiki file pegawai menggunakan program untuk memilih kandidat secara
kasar.
c) Laporan rutin
dihasilkan secara periodik. Tetapi suatu aturan keputusan yang diprogramkan
dalam suatu prosedur pengolahan laporan bisa menciptakan laporan khusus dalam
suatu bidang masalah. Contoh : suatu analisis pesanan yang masih belum dilayani
setelah 30 hari.
Sistem Informasi Untuk Pengendalian
Manajemen Informasi pengendalian manajemen diperlukan oleh manajer departemen
untuk mengukur pekerjaan, memutuskan tindakan pengendalian, merumuskan aturan
keputusan baru untuk diterapkan personalia operasional, dna mengalokasi sumber
daya. Proses pengendalian manajemen memerlukan jenis informasi berikut :
·
Pekerjaan yang telah direncanakan (standar, ekspektasi, anggaran, dll)
·
Penyimpangan dari pekerjaan yang telah direncanakan
·
Sebab penyimpangan
·
Analisis keputusan atau arah tindakan yang mungkin
Database untuk pengendalian manajemen
terdiri dari dua elemen utama : (1) database dari operasional, dan (2) rencana,
anggaran, standar, dll yang mendefinisikan perkiraan tentang pelaksanaan, juga
beberapa data eksternal seperti perbandingan industri dan indeks biaya.
Proses untuk mendukung keputusan kegiatan
pengendalian manajemen adalah sebagai berikut :
·
Model perencanaan dan anggaran
·
Program-program laporan penyimpangan
·
Model-model analisis masalah
·
Model-model keputusan
·
Model-model pemeriksaan/pertanyaan
Keluaran dari sistem informasi pengendalian
manajemen adalah : rencana dan anggaran, laporan yang terjadwal, laporan
khusus, analisissituasi masalah, keputusan untuk penelaahan, dan jawaban atas
pertanyaan.
Sistem Informasi Untuk
Perencanaan Strategis Tujuan perencanaan strategis adalah untuk mengembangkan
strategi dimana suatu organisasi akan mampu mencapai tujuannya. Horison waktu
untuk perencanaan strategis cenderung lama, sehingga perubahan mendasar dalam
organisasi bisa diadakan, sebagai contoh :
a)Suatu rantai pertokoan dapat memustuskan
untuk mengubah menjadi usaha melalui pesanan
b)Suatu toko serba ada dengan toko di pusat
kota dapat memutuskan untuk mengubah menjadi suatu toko obral di luar kota.
Aktifitas perencanaan strategis tidak harus
terjadi dalam suatu siklus periode seperti kegiatan pengendalian manajemen.
Kegiatan ini memang agak tidak teratur, meskipun beberapa perencanaan strategis
bisa dijadwalkan ke dalam perencanaan tahunan dan siklus penganggaran. Beberapa
jenis data yang berguna dalam perencanaan strategis menunjukkan ciri data :
a) Prospek ekonomi
bagi bidang kegiatan perusahaan dewasa ini.
b) Lingkungan
politik dewasa ini dan perkiraan masa mendatang
c) Kemampuan dan
prestasi organisasi menurut pasaran, negara, dan sebagainya (berdasarkan
kebijakan dewasa ini).
d) Proyeksi
kemampuan dan prestasi masa mendatang menurut pasaran, negara, dan sebagainya
(berdasarkan kebijakan dewasa ini).
e) Prospek bagi
industri di daerah lain.
f) Kemampuan
saingan dan saham pasar mereka.
g) Peluang bagi
karya usaha baru.
h) Alternatif strategi
Dukungan sistem informasi untuk perencanaan
strategis tidak bisa selengkap seperti bagi pengendalian manajemen dan
pengendalian operasional. Namun demikian sistem informasi manajemen dapat
memberi bantuan yang cukup pada proses perencanaan strategis, misalnya:
a) Evaluasi
kemampuan yang ada didasarkan atas data internal yang ditimbulkan kebutuhan
pengolahan operasional.
b) Proyeksi
kemampuan mendatang dapat dikembangkan oleh data masa lampau dan diproyeksikan
ke masa mendatang
c) Data pasar dan
persaingan yang mungkin bisa direkam dalam database komputer.
SIM Berdasarkan Fungsi Organisasi Sistem
informasi manajemen dapat dianggap sebagai suatu federasi subsistem yang
didasarkan atas fungsi yang dilaksanakan dalam suatu organisasi. Masing-masing subsistem membutuhkan aplikasi-aplikasi yntuk
membentuk semua proses informasi yang berhubungan dengan fungsinya, walaupun
akan menyangkut database, model base dan beberapa program komputer yang biasa
untuk setiap subsistem fungsional. Dalam masing-masing subsistem fungsional,
terdapat aplikasi untuk proses transaksi, pengendalian operasional,
pengendalian manajemen, dan perencanaan strategis.
2.4.1Unsur-unsur
Sistem Informasi Sederhana
Semua
sistem informasi mempunyai tiga kegiatan utama, yaitu menerima data sebagai
masukan (input), kemudian memprosesnya dengan melakukan penghitungan,
penggabungan unsur data, pemutakhiran dan lain-lain, akhirnya memperoleh
informasi sebagai keluarannya (output). Data merupakan fakta-fakta atau sesuatu
yang dianggap (belum mempunyai arti) sedangkan Informasi adalah data yang telah
diproses atau data yang memiliki arti.
Perubahan
data menjadi informasi dilakukan oleh pengolah informasi. Pengolah informasi
dapat meliputi elemen-elemen komputer, non-komputer atau kombinasi keduanya
2.4.2 Sistem Informasi Untuk Manajer
Informasi
yang diberikan kepada manajer digunakan untuk mengendalikan operasi, strategi,
perencanaan jangka panjang & pendek, pengendalian manajemen dan pemecahan
masalah khusus.
Dalam sistem yang
dikomputerisasikan, program secara terus-menerus memantau transaksi pemasukan
yang diproses atau yang baru di proses guna pengindetifikasian dan secara
otomatis melaporkan lingkungan perkecualian yang memperoleh perhatian
manajemen.
Semakin
tinggi lapisan manajemen akan semakin cenderung menggunakan informasi yang
berasal dari luar untuk tujuan pengendalian manajemen. Perbandingan kinerja
organisasi dengan statistika ringkasan dari pesaing atau industri rata-rata
jelas sangat penting artinya.
2.4.3
Kemampuan Sebuah Sistem
Informasi Manajemen
Pengetahuan
tentang potensi kemampuan sistem informasi yang dikomputerisasi akan
memungkinkan seorang manajer secara sistematis menganalisis masing-masing tugas
organisasi dan menyesuaikannya dengan kemampuan komputer.
SIM
secara khusus memiliki beberapa kemampuan teknis sesuai yang direncanakan
baginya. Secara kolektif kemampuan ini menyangkal pernyataan bahwa komputer
hanyalah mesin penjumlah atau kalkulator yang berkapasitas tinggi, sebenarnya
komputer tidak dapat mengerjakan sesuatu ia hanya mengerjakan lebih cepat.
Sistem informasi komputer dapat memiliki sejumlah kemampuan jauh diatas sistem
non komputer. Dan kemampuan ini telah merevolusikan proses manajemen yang
menggunakan informasi yang dihasilkan oleh sistem yang telah ada. Beberapa
kemampuan teknis terpenting dalam sistem komputer yaitu : pemrosesan data base,
pemrosesan data tunggal, pemrosesan on-line atau real time, komunikasi data dan
switching pesan, pemasukan data jarak jauh dan up date file, pencarian records
dan analisis, pencarian file dan algoritme dan model keputusan serta
otomatisasi kantor.
2.5 System
informasi manajemen Retail
Sistem Informasi Ritel (SIM Ritel) adalah suatu
sistem informasi yang dikembangkan dengan menggunakan pendekatan yang
berbasis pada pemanfaatan teknologi terpadu peralatan sistem mekanisasi
pengolah data sebagai penyedia informasi untuk menunjang semua aspek
kegiatan yang berhubungan dengan operasional, manajemen, analisis maupun
dalam hal pembuatan keputusan.
Usaha awal untuk
menerapkan komputer dalam area bisnis terfokus pada data. Kemudian penekanan
pada informasi dan pendukung keputusan. Sekarang, komunikasi dan konsultasi
mendapat perhatian yang paling besar.
1) Fokus Awal pada Data
Selama paruh pertama abad dua puluh, saat punched card dan
keydriven bookkeeping machines berada dalam masa jayanya, perusahaan-perusahaan
umumnya mengabaikan kebutuhan informasi para manajer. Praktek ini diteruskan
dengan komputer generasi pertama yang terbatas untuk aplikasi akuntansi. Nama
untuk aplikasi akuntansi berbasis komputer adalah pengolahan data elektronik
(electronic data processing=EDP). Istilah EDP tidak lagi populer dan telah
disingkat menjadi data processing (DP). Kita menggunakan istilah Sistem Informasi
Akuntansi (SIA) atau Accounting Information System untuk menggambarkan sistem
yang memproses aplikasi aplikasi pengolahan data perusahaan. SIA menghasilkan
beberapa informasi sebagai produk sampingan dari proses akuntansi
2) Fokus Baru pada Informasi
Tahun 1964 diperkenalkan alat penghitung generasi komputer.
Komputer baru ini menggunakan sirkuit silikon sehingga daya proses lebih besar.
Konsep enggunaan komputer sebagai SIM dipromosikan oleh pembuat komputer untuk
mendukung peralatan baru tersebut. Konsep SIM menyadari bahwa aplikasi komputer
harus diterapkan untuk tujuan utama menghasilkan informasi manajemen. Konsep
ini banyak diterima perusahaan besar. Perkembangannya tidak mulus, karena: (1)
kurangnya pengetahuan tentang komputer, (2) kurangnya pengetahuan tentang
bisnis dan keawaman spesialis informasi mengenai peran manajemen, (3) peralatan
komputer mahal dan terbatas, dan lain-lain. Kesalahan secara khusus adalah
sistem tersebut terlalu ambisius.
3) Fokus Revisi pada Pendukung Keputusan
Sementara banyak orang hanya mengamati dari pinggir saat
perusahaan-perusahaan berjuang dengan SIM raksasa mereka, sejumlah ilmuwan
informasi di Massachusetts Institute of Technology (MIT) memformulasikan
pendekatan yang berbeda. Ilmuwan ini adalah Michael S. Scott Morton, G. Anthony
Gorry, dan Peter G.W. Keen dan konsep mereka disebut Sistem Pendukung Keputusan
(Decision Support System = DSS). Pada tahun-tahun awal era DSS, terdapat banyak
argumen mengenai DSS dan SIM. Apakah DSS menawarkan pendekatan baru pada
penggunaan komputer dan jika memang demikian bagaimana?. SIM adalah suatu
sumberdaya organisasional. SIM dimaksudkan untuk menyediakan informasi
pemecahan masalah bagi sekelompok manajer secara umum, sedangkan DSS
dimaksudkan untuk mendukung satu orang manajer secara khusus.
4) Fokus Sekarang pada Komunikasi
Pada saat DSS berkembang, perhatian juga difokuskan pada
aplikasi komputer yang lain: otomatisasi kantor (office automation = OA).
OA memudahkan komunikasi dan meningkatkan produktivitas diantara para manajer
dan pekerja kantor melalui penggunaan alat-alat elektronik.
OA dimulai pada tahun 1964 saat IBM mengumumkan produknya, Magnetic Tape/Selectric Typewriter (MT/ST), yaitu mesin tik yang dapat mentik kata-kata yang telah direkam dalam pita magnetik. Operasi pentikan ini mengarah pada aplikasi OA yang disebut pengolahan kata (word processing). OA berkembang meliputi aplikasi: konferensi jarak jauh (teleconferencing), voice mail, surat elektronik (electronic mail), electronic calendaring, facsimile transmission, dan desktop publishing
OA dimulai pada tahun 1964 saat IBM mengumumkan produknya, Magnetic Tape/Selectric Typewriter (MT/ST), yaitu mesin tik yang dapat mentik kata-kata yang telah direkam dalam pita magnetik. Operasi pentikan ini mengarah pada aplikasi OA yang disebut pengolahan kata (word processing). OA berkembang meliputi aplikasi: konferensi jarak jauh (teleconferencing), voice mail, surat elektronik (electronic mail), electronic calendaring, facsimile transmission, dan desktop publishing
5) Fokus Potensial pada Konsultasi
Perkembangan saat ini adalah penerapan kecerdasan buatan
(artificial intelligence = AI), bagi masalah-masalah bisnis. Ide dasar AI
adalah bahwa komputer dapat diprogram untuk melaksanakan sebagian penalaran
logis yang sama seperti manusia.
Secara umum struktur SIM Ritel tidak berbeda
dengan Sistem Informasi Manajemen lainnya, meliputi :
1.
Tingkatan informasi untuk proses transaksi, dalam hal ini fungsinya adalah
sebagai inquiry response.
Tingkatan ini biasanya menjadi tanggung jawab dari staff
atau clerk.
2.
Tingkatan informasi untuk perencanaan operasional, pengendalian
dan pengambilan keputusan.
Informasi yang berkaitan dengan kegiatan operasional setiap
harinya dibutuhkan oleh Lower Management
yang berada pada tingkatan ini untuk pengambilan keputusan.
3.
Tingkatan informasi untuk perencanaan taktis dan pengambilan keputusan.
Pada tingkatan ini Middle
Management membutuhkan informasi yang datangnya dari tingkat
perencanaan operasional maupun
informasi dari luar lingkunganperusahan seperti informasi tentang
pesaing. Informasi tersebut nantinya akan
menjadi dasar pembuatan rencana taktis perusahaan contohnya
pembuatan anggaran maupun pengambilan
keputusan seperti penentuan jenis dan harga barang.
4.
Tingkatan informasi untuk perencanaan strategik, kebijakan dan
pengambilan keputusan. Tujuan dan arah
perusahaan ditentukan oleh Top Management.
Karena itu informasi yang berkaitan dengan kinerja perusahaan dan
keadaan lingkungan luar perusahaan perlu dimiliki oleh tingkat ini demi
kemajuan perusahaan.
Untuk
membangun suatu Sistem Informasi Ritel dibutuhkan beberapa elemen,
meliputi
:
1.
Perangkat Keras
2.
Perangkat Lunak
3.
Database
4.
Manual Procedur
5.
Petugas pengoperasian sistem
Setelah mengetahui definisi Manajemen dan
Retail maka bisa dirumuskan manajemen retail adalah pengaturan keseluruhan
factor-faktor yang berpengruh dalam perdagangan retail, yaitu perdagangan
langsung barang dan jasa kepada konsumen. Factor-faktor yang berpengaruh dalam
bisnis retail adalah place, price, product, dan promotion yang dikenal sebagai
4P.
Strategi
Manajemen Retail
Strategi retail (ritel) menekankan untuk
memanfaatkan sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan. Strategi ritel
(retail) meliputi penentuan target pasar, sifat barang dan jasa yang
ditawarkan,dan bagaimanarit el memperoleh keuntungan jangkan panjang dari para
pesaingnya. Bagian kebutuhanstrategi dalam strategi retail (ritel) antara
lainstrategi pasar,strategi keuangan, strategilokasi, struktur organisasidan
sumber daya manusia.
Aspek pemasaran dalam ritel meliputi:
1. Definisi strategi pemasaran retail (ritel)
2. Pemahaman terhadap target pasar bila dikaitkan dengan
pilihan terhadap format retail (ritel)
3. Bagaimana retail (ritel) dapat membangun strategi
keunggulan bersaing yang berkelanjutan
4. Tahapan dalam mengembangkan strategi pemasaran retail
(ritel)
Aspek Manajemen Sumber Daya Manusia dalam retail (ritel)
meliputi:
1. Alasan mengapa manajemen SDM mempunyai peranan penting
membentuk sebuahbisnis
atau organisasi retail (ritel)
2. Bagaimana retail (ritel) membuat keuntungan yang
kompetitif dan mendukung, dengan cara
mengembangkan dan mengelola SDM
3. Bagaimanarit el mengkoordinasi aktivitas para karyawan dan
memotivasi mereka mencapai tujuan
4. Program-program manajemen SDM untuk membangun komitmen
kerja
5. Bagaimana dan mengaparit el mangatur perbedaan
antarkaryawan
Aspek Keuangan dalam retail (ritel) meliputi:
1. Bagaimana strategi retail (ritel) direfleksikan dalam
tujuan keuangan
2. Bagaimanaritel menggunakan alat-alat dan metode untuk
mengevaluasi kinerjanya
3. Bagaimana model strategis keuntungan dapat digunakan
Aspek pemilihan lokasi dalam area perdagangan retail (ritel)
meliputi:
1. Tipe Lokasi yang memungkinkan oleh retail
2. Mengevaluasi keunggulan relatif dari setiap area
perdagangan yang dipilih.
3. Tipe lokasi perdagangan yang memungkinkan untuk tumbuh
4. Jenis lokasi yang ada
5. Alasan mengapa suaturit el tetap berlokasi disuatu tempat
tertentu meskipun ada retail (ritel) lain berlokasi
ditempat berbeda
6. Keuntungan relatif yang didapat dari sebuah tipe lokasi
7. Tipe lokasi yang cocok bagi retail (ritel)
8. Tipe lokasi yang kurang diminati
9. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan oleh peritel
dalam memilih lokasi
Aspek Sistem Informasi dan Manajemen meliputi:
1. Keunggulan strategis yang diperoleh melalui manajemen
rantai pemasok
2. Bagaimana barang daganan dan informasi mengalir dari vendor
ke retail (ritel) ke pelanggan dan kembali
3. Perkembangan informasi dan teknologi yang bisa memudahkan
komunikasi antara vendor denganritel ( retail)
4. Sistem pengiriman respons cepat
Manajemen Hubungan Pelanggan ( Customer Relationship
Management) meliputi:
1. Pengertian manajemen hubungan pelanggan
2. Peran Customer Relationship Management sebagai strategi
membangun kesetiaan
pelanggan
3. Implementasi program Customer Relationship Management
dalam bisnis retail (ritel)
Proses Perencanaan dan Manejemen Riset
Perencanaan diperlukan dan terjadi dalam berbagai bentuk
organisasi, sebab perencanaan ini merupakan proses dasar manajemen di dalam
mengambil suatu keputusan dan tinsdakan. Perencanaan diperlukan dalam setiap
jenis kegiatan baik itu kegiatan organisasi, perusahaan maupun kegiatan
dimasyarakat, dan perencanaan ada dalam setiap fungsi-fungsi manajemen, karena
fungsi-fungsi tersebut hanya dapat melaksanakan keputusan-keputusan yang telah
ditetapkan dalam perencanaan.
Batasan Perencanaan
Menurut Newman perencanaan (planning) is deciding in advance
what is to be done. Sedangkan menurut A.Allen planning is the determination of
a course of action to achieve a desired result. Pada dasarnya yang dimaksud
dengan perencanaan yaitu memberi jawaban atas pertanyaan-pertanyaan apa ( what
) siapa ( Who ) kapan (When) dimana ( When ) mengapa ( why ) dan bagaimana (
How ) jadi perencanaan yaitu fungsi seorang manajer yang berhubungan dengan
pemilihan dari sekumpulan kegiatan-kegiatan dan pemutusan tujuan-tujuan,
kebijaksanaan-kebijaksanaan serta program-program yang dilakukan.
Unsur-unsur Perencanaan
Perencanaan yang baik harus dapat menjawab enam pertanyaan
yang disebut sebagai unsur-unsur perencanaan yaitu :
1. Tindakan apa yang harus dikerjakan
2. Apa sebabnya tindakan tersebut harus dilakukan
3. Dimana tindakan tersebut dilakukan
4. Kapan tindakan tersebut dilakukan
5. Siapa yang akan melakukan tindakan tersebut
6. Bagaimana cara melaksanakan tindakan tersebut.
Proses Pembuatan Rencana
1. Menetapkan tugas dan tujuan
2. Observasi dan analisa
3. Mengadakan kemungkinan-kemungkinan
4. Membuat sintesa
Management Bay Objective ( MBO )
Pertama kali diperkenalkan oleh Peter Drucker dalam bukunya
The Practice of Management pada tahun 1954. Management by objective dapat juga
disebut sebagai manajemen berdasarkan sasaran, manajemen berdasarkan hasil
(Management by Result), Goals management, Work planning and review dan lain
sebagainya yang pada intinya sama.
Pertama dengan menetapkan tujuan yang akan dicapai dilanjutkan
dengan kegiatan yang akan dilaksanakan sampai selesai baru diadakan peninjauan
kembali atas pekerjaan yang telah dilakukan. Kegiatan MBO singkatan dari
management by objective yaitu proses partisipasi yang melibatkan bawahan dan
para manajer dalam setiap tingkatan organisasi yang dirumuskan dengan bentuk
misi atau sasaran, yang dapat diukur dimana penggunaan ukuran ini sebagai
pedoman bagi pengoperasian satuan kerja.
Sistem Management By Objective Yang Efektif
1. Adanya komitmen para manajer tujuan pribadi dan organisasi
2. Penetapan tujuan manajemen puncak yang dinyatakan dalam
nilai tertentu yang dapat diukur,
3. Tujuan perseorangan
4. Perlunya partisipasi semua pihak
5.Otonomi dan implementasi rencana6. Peninjauan kembali
prestasi yang dilakukan secara periodik terhadap kemajuan tujuan
Dalam perusahaan, baik besar maupun kecil para manajer
harus mampu mengambil keputusan. Para manajer memanfaatkan sistem informasi
manajemen yang diterapkan perusahaannya guna mempertimbangkan setiap keputusan
yang diambilnya. Aplikasi sistem informasi dalam proses manajemen akan
meningkatkan kemampuan dalam membuat keputusan-keputusan yang tidak terstruktur
dan meningkatkan berbagai peran manajerial.
Kesuksesan organisasi berkaitan erat dengan kompetensi
teknis, kemampuan organsiasi dalam melaksanakan adaptasi terhadap lingkungan
eksternal dan internal.
Sistem informasi adalah sekumpulan komponen pembentuk
sistem yang mempunyai keterkaitan antara satu komponen dengan komponen lainnya
yang bertujuan menghasilkan suatu informasi dalam suatu bidang tertentu. Dalam
sistem informasi diperlukannya klasifikasi alur informasi, hal ini disebabkan
keanekaragaman kebutuhan akan suatu informasi oleh pengguna informasi. Kriteria
dari sistem informasi antara lain, fleksibel, efektif dan efisien, sedangkan
Sistem Informasi manajemen merupakan serangkaian sub sistem informasi yang
menyeluruh dan terkoordinasi dan secara rasional terpadu yang mampu
mentransformasi data sehingga menjadi informasi lewat serangkaian cara guna
meningkatkan produktivitas yang sesuai dengan gaya dan sifat manajer atas dasar
kriteria mutu yang telah ditetapkan.
BAB III
PENUTUP
Adapun simpulan yang dapat
ditarik dari makalah ini yaitu :
A.Simpulan
Sistem
Informasi Manajemen adalah suatu sistem yang dirancang untuk menyediakan
informasi guna mendukung pengambilan keputusan pada kegiatan manajemen dalam
suatu organisasi Fungsi
Sistem Informasi Manajemen Meningkatkan aksesibilitas data yang tersaji secara
tepat waktu dan akurat bagi para pemakai
Sistem informasi Manajemen adalah serangkaian sub sistem
informasi yang menyeluruh dan terkoordinasi dan secara rasional terpadu yang
mampu mentransformasi data sehingga menjadi informasi lewat serangkaian cara
guna meningkatkan produktivitas yang sesuai dengan gaya dan sifat manajer atas
dasar kriteria mutu yang telah ditetapkan.
Pengembangan SIM canggih berbasis komputer memerlukan
sejumlah orang yang berketrampilan tinggi dan berpengalaman lama dan memerlukan
partisipasi dari para manajer organisasi.
Semua sistem informasi mempunyai tiga kegiatan utama,
yaitu menerima data sebagai masukan (input), kemudian memprosesnya dengan
melakukan penghitungan, penggabungan unsur data, pemutakhiran dan lain-lain,
akhirnya memperoleh informasi sebagai keluarannya (output).
B. Saran
Berdasarkan peristiwa di atas penulis dapat memberikan
saran bahwa hendaknya setiap perusahaan harus menerapkan Sistem Informasi
Manajemen yang baik dan benar karena sangat berpengaruh pada perkembangan dan kestabilan
suatu perusahaan dalam pengambilan keputusan seorang manajer.
DAFTAR PUSTAKA
http://ghesumar.wordpress.com Mc Leod, Jr. System
Informasi Manajemen,penerjemah: Hendra Goglesearch Sistem Informasi
Manajemen Teguh SE,AK. editor: Hardi Sukardi MBA,Msc.,SE (MM – UI).
http://Jurnalapapun.com Pengantar Sistem Informasi
http://ghesumar.wordpress.com/2010/03/18/80/n
http://www.google.co.id buku sistem informasi manajemen
http://www.google.co.id/search?hl=id&biw=1440&bih=742&q=pengertian+sistem+informasi+manajemen&revid=-1&sa=X&ei=2O6OTsOnL8borAe7lqHBDQ&ved=0CCAQ1QIoAw
Tidak ada komentar:
Posting Komentar